Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 7 November 2026
Hampir 100 Tentara Armenia-Azerbaijan Tewas Gegara Bentrok
BERITABALI.COM, DUNIA.
Armenia dan Azerbaijan melaporkan hampir 100 tentara tewas gegara bentrokan di wilayah sengketa, Nagorno-Karabakh, pada Selasa (13/9). Bentrokan kedua negara itu disebut sebagai bentrokan paling dahsyat sejak perang pada 2020 lalu. Saat itu, lebih dari 6.500 tentara dari kedua belah pihak tewas.
"50 tentara Azerbaijan meninggal akibat provokasi berskala besar yang dilakukan Armenia," klaim Kementerian Pertahanan Azerbaijan dalam pernyataan yang dilansir dari AFP, Rabu (13/9).
Sebelumnya, Armenia melaporkan setidaknya 49 tentara tewas akibat bentrokan dahsyat tersebut. Azerbaijan menuding Armenia melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Rusia setelah bentrokan yang terjadi pada malam sebelumnya.
"Meski ada deklarasi gencatan senjata sejak pukul 09.00 (waktu Moskow), Armenia melanggar kesepakatan gencatan senjata di perbatasan dengan menggunakan senjata api dan senjata berat lainnya," ujar militer Baku.
Armenia lalu meminta bantuan sejumlah pemimpin dunia usai bentrokan pecah. Mereka menuding Azerbaijan sebagai pihak yang ingin memaksa masuk ke wilayahnya.
Rusia akhirnya turun tangan. Tak lama setelah itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa Armenia dan Azerbaijan sudah menyepakati gencatan senjata mulai pukul 09.00 waktu Moskow.
Rusia berharap kedua negara dapat membahas kesepakatan damai lebih lanjut di tengah masa gencatan senjata tersebut.
"Kami berharap sebuah kesepakatan tercapai setelah Rusia melakukan mediasi gencatan senjata," demikian pernyataan Kemlu Rusia.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga menghubungi pimpinan kedua negara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS menyatakan Gedung Putih akan mendorong kedua negara berhenti berkelahi dan mendesak tercapainya kesepakatan damai.
Analis politik Armenian Tatul Hakobyan menilai eskalasi bentrokan merupakan konsekuensi dari buntunya pembicaraan damai kedua negara.
"Azerbaijan ingin mendesak Armenia untuk mengakui Karabakh sebagai bagian dari Azerbaijan," ujarnya.
Menurut Hakobyan, perang Rusia-Ukraina telah mengubah keseimbangan kekuatan di wilayah.
"Dalam situasi ini, Azerbaijan ingin mendapatkan konsesi dari Armenia secepatnya," ujarnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 653 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 539 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan