Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Tempe di Jembrana Terjepit
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Harga kedelai impor yang terus merangkak naik membuat para pengusaha tahu tempe di Jembrana kelimpungan. Lonjakan harga bahan baku ini menyebabkan biaya produksi meningkat drastis, namun harga jual di pasaran tetap tidak bisa dinaikkan.
Salah satu pengusaha tahu tempe di Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Lina Fahmi, mengungkapkan bahwa saat ini harga kedelai impor sudah mencapai Rp10 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga normal berkisar di angka Rp8.300.
"Dengan kondisi harga kedelai sekarang, kami sangat terbebani. Produksi per hari tetap 50 kilogram, jadi total biaya bahan baku saja sudah Rp500 ribu per hari," ujarnya, Jumat (9/5/2025).
Meski biaya produksi melonjak, harga jual tahu di tingkat konsumen tidak bisa diubah. Menurut Lina, harga satu sisir tahu masih tetap dijual Rp2 ribu agar pelanggan tidak kabur.
“Kalau kita ikutkan harga, takutnya pembeli lari. Jadi ya, kami yang harus menanggung selisihnya,” imbuhnya.
Dirinya berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga kedelai impor. Jika kondisi ini dibiarkan terlalu lama, banyak pelaku usaha kecil di sektor tahu tempe terancam gulung tikar.
“Kami butuh perhatian. Semoga ada upaya untuk menurunkan harga kedelai, agar usaha ini bisa terus berjalan,” harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan