Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Harga Kelapa Melambung, Pengrajin Marakas Menjerit
Beritabali.com, Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pengrajin marakas di Desa Poh Santen, Mendoyo menjerit lantaran harga bahan baku kerajinan alat musik etnik dari tempurung kelapa ini melambung tinggi. Hal ini mengancam kelangsungan hidup pengusaha marakas yang telah menjadi sandaran hidup puluhan pekerjanya.
Gede Agus Ciawan, salah seorang pengrajin ketika ditemui, Jumat (25/9) mengungkapkan sejumlah pengrajin marakas di wilayahnya masih dibayangi kekhawatiran melambungnya harga kelapa butiran di pasaran. Bahkan, katanya, dulu harga kelapa hingga mencapai Rp 5 ribu per butirnya.
“Tapi art shop tidak mau tahu, kalau kita naikkan harganya mereka akan mengambil produk serupa dari Bandung yang harganya lebih murah,†keluh warga Banjar Rangdu, Poh Santen, Mendoyo.\
Agus mengakui untuk mengatasi melambungnya harga bahan baku tersebut pihaknya melakukan pengurangan karyawan. “Bahkan usaha saya sempat mandeg. Syukurlah kondisi itu tidak lama, sekarang sudah pulih kembali,†tandasnya.
Menurutnya, di Desa Poh Santen terdapat tiga pengrajin marakas, termasuk dirinya. Namun semuanya belum mampu memproduksi marakas dalam jumlah banyak lantaran kendala modal.
Agus menambahkan selain dilanda kekhawatiran melambungnya harga kelapa butiran, usahanya ini juga mulai disaingi oleh produk sejenis dari Bandung. Namun, menurut Agus, dibandingkan dengan Bandung, produk yang dihasilkan usahanya lebih halus pada permukaannya dan finishing lebih bagus.
“Kami memproduksinya sesuai pesanan. Tiap harinya kami bisa membuat 150 alat musik dengan 15 karyawan,†pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5985 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan