Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Hasil Kajian Layak, Suwirta Minta Masyarakat Kembali Budidayakan Rumput Laut di Nusa Penida
Sabtu, 19 Januari 2019,
09:41 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Bupati Suwirta menjelaskan dengan hasil kajian Hasil Kajian Akademis Budidaya Rumput Laut membuktikan bahwa, rumput laut di Nusa Penida masih hidup normal dan layak untuk dibudidayakan, perairan Nusa Penida selama kajian berada dalam kondisi tidak cemar.
“Penurunan produksi rumput laut disebabkan karena masyarakat cenderung beralih ke pariwisata yang belakangan ini berkembang pesat,” ujar Bupati Suwirta.
Pada kesempatkan kali ini, Bupati Suwirta mengajak beberapa stakeholder dari yang menangani rumput laut di hulu dan hilir serta pembudidayaan udang, kepiting, abalone, krapu dan termasuk hidroponik untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pariwisata di Nusa Penida.
“Saya tugaskan Perbekel bersama Dinas terkait mendata dengan serius, berapa kelompok masyarakat yang serius kembali kebudidaya rumput laut. Kalau tidak ada yang mau, sekalian areal tersebut digunakan atraksi wisata/ water sport. Dan di desa segera akan dibentuk kelompok untuk budidaya udang kepiting dan krapu,” Tegas Bupati asal Ceningan ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Wayan Durma secara cepat merespon permasalahan ini melalui kegiatan Demplot dan Kajian Akademis Budidaya Rumput Laut untuk mengetahui secara pasti penyebab penurunan produksi rumput laut.
“Kajian ini berlangsung pada bulan April, Agustus, dan November yang tersebar di tiga titik, yaitu Desa Lembongan, Batumulapan, Desa Batununggul dan Semaya, Desa Suana yang sudah dilakukan penanamannya bulan April, Agustus dan November Tahun 2018 lalu,” beber Wayan Durma.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja, meapresiasi dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Klungkung di dalam budidaya rumput laut. Melalui hasil kajian tersebut, mendukung semua apa yang di impikan pemerintah Kabupaten Klungkung untuk membangkitkan kembali budidaya rumput laut di kepulauan Nusa Penida.
“Kewenangan diwilayah laut itu ada di Provinsi, tapi saya membuat MOU dengan Dinas terkait untuk berkerjasama supaya masyarakat mendapat manfaatnya,” ujar Gunaja.
Budidaya rumput laut terbesar di Bali adalah Kepulauan Nusa Penida. Ratusan ribu ton rumput laut yang dihasilkan, bahkan hingga diekspor ke luar negeri. Namun, sejak awal tahun 2017 produksi rumput laut terus menurun. Banyak masyarakat Nusa Penida kehilangan mata pencaharian.
Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, mengadakan Sosialisasi Hasil Kajian Akademis Budidaya Rumput Laut, yang dibuka langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di damping Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja dengan Tema "Melalui Revitalisasi Budidaya Rumput Laut Kita Lakukan Gerakan Bersama Menanam Rumput Laut". Acara tersebut dipusatkan di Balai Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (18/1) sore.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung I Wayan Durma, FKP Kecamatan Nusa Penida, kelompok budidaya rumput laut masyarakat Lembongan dan undangan terkait lainnya.
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Klungkung
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5981 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026