Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Heboh Rusia Marah ke Vatikan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia marah ke Vatikan. Duta Besar Rusia untuk Vatikan bahkan mengajukan keluhan khusus melalui layanan diplomatik. Ini terkait wawancara yang diberikan oleh Paus Francis.
Dalam wawancara itu Paus menyebut pasukan asal Chechnya dan Buryat, melakukan "kekejaman" tertentu selama serangan militer dilakukan di Ukraina.
Chechnya adalah bagian dari negara federasi Rusia yang dihuni mayoritas Muslim. Buryat alias Buryati merupakan negara bagian Rusia yang mayoritas Buddha.
"Saya menyatakan kemarahan atas sindiran semacam itu," kata Duta Besar Alexander Avdeyev merujuk pada komentar Paus, dikutip Rabu (30/11/2022).
"Tidak ada yang bisa menggoyahkan solidaritas dan persatuan rakyat multinasional Rusia," tambahnya dimuat RIA Novoski.
Hal sama juga dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Ia menuding kata-kata Paus "Russophobia".
"Itu adalah penyimpangan pada tingkat yang bahkan tidak bisa saya sebutkan," katanya lagi.
Sementara itu, ketua parlemen Chechnya, Magomed Daudov, menasihati Paus. Ia meminta pemegang tahta suci itu untuk mendengarkan orang-orang Donbass, wilayah Ukraina Timur, yang dicapnya tersiksa karena Kyiv.
Alexey Tsidenov, pemimpin Buryatia juga mengecam wawancara itu. Ia mengatakan komentar Paus Fransiskus "aneh".
Paus sendiri memang melakukan dialog dengan majalah Jesuit Amerika. Ia menyatakan yang paling kejam, di antara mereka yang bertempur di Ukraina, mungkin adalah mereka yang berasal dari Rusia.
"Tetapi bukan dari tradisi Rusia, seperti Chechen, Buryati dan seterusnya," ujarnya kala itu.
Dalam update terbaru, sebuah sumber di Vatikan menegaskan ke kantor berita Tass bahwa Paus tidak ingin menyinggung bangsa Rusia dengan cara apa pun. Vatikan berdalih terjemahan menjadi sumber masalah dalam hal ini.
"Ia (Paus) sangat menghargai hubungan baiknya dengan Rusia dan berharap untuk melanjutkan perjalanan menuju perkembangan mereka," tegasnya.
"Vatikan sekarang akan memeriksa seberapa akurat terjemahan kata-kata paus itu," tambah sumber itu.
Paus Francis sendiri berasal dari Argentina. Ia memberikan wawancara dalam bahasa Spanyol dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2208 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2086 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1550 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1432 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli