Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Hujan Es di Yogyakarta, BMKG Jelaskan Penyebabnya
Jumat, 6 Januari 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Fenomena hujan es yang terjadi di Yogyakarta pada Kamis (5/1), sempat viral di media sosial. Terkait fenomena alam langka ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara.
BMKG Yogyakarta menyatakan bahwa hujan es di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta pada Kamis sore itu disebabkan munculnya awan Cumulonimbus (CB) yang disertai angin kencang."Hasil pantauan radar cuaca tadi siang ada kemunculan awan CB dengan suhu sangat dingin mencapai di bawah 0 derajat celcius," kata Joko Budiono, Koordinator Pos Klimatologi dan Geofisika BMKG Yogyakarta, Kamis malam.
Sebelumnya, Koordinator Operasi Pemantauan Potensi Bencana Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY Krisnadi Setiyawan menyebutkan berdasarkan laporan tim di lapangan pada Kamis sore telah terjadi hujan berupa gumpalan es di Jalan Jatimulyo RT 43 RW 23 Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Karena sangat jarang terjadi di wilayah yang beriklim tropis seperti di Indonesia, maka fenomena alam langka ini sempat membuat warga heboh.
Menurut BMKG Yogyakarta, hujan es yang terjadi pada Kamis sore itu masih dikategorikan sebagai fenomena normal dan masih mungkin terjadi mengingat wilayah Yogyakarta akan segera memasuki puncak musim penghujan. Hujan es bisa saja terjadi jika adanya awan yang cukup tebal dengan suhu dingin di bawah 0 derajat celcius."Di puncak awan CB terdapat kristal-kristal es. Kristal es itu bisa jatuh bersama hujan yang disertai petir dan angin kencang," kata Joko.
Selain hujan es, lanjut Joko, selama tiga hari ke depan Provinsi DI Yogyakarta masih berpotensi hujan berkapasitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dengan kecepatan 30-40 kilometer per jam yang kemungkinan bisa menyebabkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga jalan licin.Berdasarkan pantauan Pos Klimatologi BMKG terhadap kondisi atmosfer di DI Yogyakarta, kelembaban udara cukup tinggi di bagian atas atmosfer mencapai 80-90% dengan curah hujan rata-rata mencapai 50-100 milimeter per dasarian.
Pada puncak musim penghujan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Januari hingga Februari, curah hujan naik hingga 150 milimeter per dasarian.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6022 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4693 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2352 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026