Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Hujan Lebat Guyur Maroko, 11 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Banjir bandang melanda Maroko usai hujan lebat mengguyur negara tersebut pada Jumat (6/9). Akibatnya, setidaknya 11 orang meninggal dunia dan sembilan orang lainnya hilang akibat banjir tersebut.
"Jumlah awal korban tewas sebanyak 11 orang setelah badai petir hebat melanda 17 pefektur dan provinsi," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Maroko Rachid Khalfi, seperti diberitakan AFP pada Minggu (8/9).
Di antara jumlah tersebut, tujuh orang meninggal berasal dari provinsi Tata yang terlebak 740 kilometer selatan Rabat. Sementara, dua orang lainnya dari Errachidia yang terlebak 500 kilometer dari timur Marrakesh.
Khalfi juga menyebut satu korban meninggal dunia merupakan warga negara asing (WNA). Namun, ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut soal WNA tersebut.
Banjir bandang itu juga menyebabkan 40 rumah roboh dan 93 jalan rusak. "(Banjir itu) memengaruhi jaringan listrik, air minum, dan telepon," tambah Khalfi.
Hujan lebat mengguyur daerah yang biasanya gersang di Maroko selatan dan Aljazair sejak Jumat (6/9) lalu. Hal tersebut diakibatkan oleh cuaca ekstrem.
Juru bicara Direktorat Jenderal Meteorologi Maroko, Lhoussaine Youabd, mengatakan, "Daerah-daerah di Maroko selatan telah dipengaruhi massa udara tropis yang sangat tidak stabil."
"(Hal ini) menyebabkan terbentuknya awan yang tidak stabil dan ganas," lanjutnya. Sehingga, ia menggambarkan ini merupakan fenomena yang luar biasa.
Rachid Khalfi juga mengatakan, "Volume curah hujan yang tercatat dalam dua hari setara dengan curah hujan yang biasanya dialami wilayah tersebut selama setahun penuh."
Layanan cuaca Maroko mencatat wilayah Ouarzazate menampung 47 militemeter debet air dalam tiga jam, sementara Tagounite sekitar 170 milimeter.
"Kami belum pernah melihat hujan seperti itu selama sekitar 10 tahun," kata seorang penduduk lokal Ouarzazate yang bernama Omar Gana. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5980 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan