Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Hujan Lebat Hantam Jepang, 400.000 Orang Mengungsi
Kamis, 6 Juli 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Tokyo. Hujan lebat yang mengakibatkan meluapnya sungai-sungai di wilayah bagian selatan Jepang, sepanjang Rabu (5/7/2017), telah memaksa hampir 400 ribu orang dievakuasi ke tempat-tempat yang aman.
NHK melaporkan, akibat banjir tersebut, tepi-tepi sungai rusak dan menimbulkan tanah longsor.
"Ini berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Perdana Menteri telah memerintahkan kami waspada dan siaga," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga kepada wartawan.
[pilihan-redaksi]
Di Prefektur Fukuoka, sekitar 375 ribu orang diperintahkan untuk mengungsi, sementara air dari sungai yang meluap mengancam membanjiri rumah-rumah. Sementara di Prefektur Oita, lebih dari 21 ribu orang telah diperintahkan meninggalkan rumah-rumah mereka.
Para pengungsi kini dilaporkan berada di pusat-pusat evakuasi di sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintah di kawasan yang tanah yang tinggi.
Pasukan Pertahanan Diri Jepang (SDF) telah menanggapi sejumlah permintaan bantuan dari kedua prefektur yang diterjang banjir itu, kata seorang juru bicara SDF.
Hujan lebat di wilayah bagian selatan itu diperkirakan berlanjut hingga Kamis (6/7/2017).
Tokyo - Hujan lebat yang mengakibatkan meluapnya sungai-sungai di wilayah bagian selatan Jepang, sepanjang Rabu (5/7/2017), telah memaksa hampir 400 ribu orang dievakuasi ke tempat-tempat yang aman. NHK melaporkan, akibat banjir tersebut, tepi-tepi sungai rusak dan menimbulkan tanah longsor.
"Ini berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Perdana Menteri telah memerintahkan kami waspada dan siaga," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga kepada wartawan. Di Prefektur Fukuoka, sekitar 375 ribu orang diperintahkan untuk mengungsi, sementara air dari sungai yang meluap mengancam membanjiri rumah-rumah.
Sementara di Prefektur Oita, lebih dari 21 ribu orang telah diperintahkan meninggalkan rumah-rumah mereka. Para pengungsi kini dilaporkan berada di pusat-pusat evakuasi di sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintah di kawasan yang tanah yang tinggi. Pasukan Pertahanan Diri Jepang (SDF) telah menanggapi sejumlah permintaan bantuan dari kedua prefektur yang diterjang banjir itu, kata seorang juru bicara SDF. Hujan lebat di wilayah bagian selatan itu diperkirakan berlanjut hingga Kamis (6/7/2017). [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 775 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 687 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 509 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 484 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026