Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 25 Mei 2026
India Hancurkan Pencakar Langit Ilegal Dalam 10 Detik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Otoritas India menghancurkan dua konstruksi bangunan pencakar langit yang ilegal di dekat kota New Delhi. Dua konstruksi bangunan itu luluh lantak dalam waktu kurang 10 detik sejak proses peledakan dilakukan pada fondasinya.
Operasi penghancuran bangunan pencakar langit ilegal itu pun mengundang minat massa untuk menyaksikannya. Kerumunan massa--yang berada pada jarak aman--sontak berteriak dan bertepuk tangan saat bangunan setinggi 103 meter itu hancur secara teratur.
Saat bangunan itu hancur, banyak debu yang tak dapat dihindari mengenai area pemukiman di sekitarnya. Sebagai informasi, penghancuran bangunan itu merupakan tindak lanjut dari keputusan Mahkamah Agung India tahun lalu. Bangunan di Noida itu akhirnya diputuskan untuk dihancurkan setelah pertarungan yang panjang di meja hijau.
Hakim memutuskan konstruksi pencakar langit itu diruntuhkan karena menemukan berbagai pelanggaran regulasi, termasuk protokol keselamatan bila terjadi kebakaran.
Saat hari-H, aparat mengatakan kepada awak media, untuk menghancurkan bangunan tersebut mereka menggunakan lebih dari 3.700 kilogram bahan peledak. Sebelum peledakan kerangka dilakukan pada pukul 14.30 waktu setempat, bahan-bahan peledak itu diletakkan di berbagai titik strategis yang juga diperhitungkan untuk memimalisasi dampak ke area sekitar.
Polisi mengatakan setelah penghancuran itu, mereka mengimbau warga di sekitar untuk mengecek bangunan mereka apakah terdampak atau tidak.
Sudeep Roy, penghuni salah satu apartemen dekat bangunan yang dihancurkan itu mengaku dirinya mengungsikan keluarganya ke hotel selama beberapa malam untuk menjamin kesehatan.
"Ini cara terbaik untuk menjauh dari lokasi ledakan selama setidaknya 24 jam, karena udara akan beracun, dan kami tak tahu bagaimana dampaknya pada kesehatan kami," kata dia.
Saat konstruksi bangunan sudah rata dengan tanah, petugas terutama pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk meminimalisasi dampak debu dari runtuhnya dua menara itu: Apex dan Ceyane.
Operasi peruntuhan pencakar langit itu diperkirakan menyisakan sekitar 80 ribu ton puing-puing, yang semuanya akan dievakuasi dari lokasi itu untuk didaur ulang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2113 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1958 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1448 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1331 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah