Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
ISSI Buleleng Arahkan Pelaku Balap Sepeda Liar Jadi Atlet Profesional
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Buleleng siap memberikan ruang pembinaan bagi anak-anak yang memiliki kemampuan dan minat di bidang balap sepeda.
Hal ini disampaikan menyusul diamankannya 32 orang oleh Polres Buleleng akibat terlibat perjudian dengan modus balap sepeda liar. Ketua Umum Pengkab ISSI Buleleng, Ni Kadek Turkini, mengaku prihatin karena sebagian besar peserta yang diamankan masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur.
Ditemui Kamis (24/9/2026), Turkini mengatakan ISSI Buleleng terbuka bagi anak-anak yang memiliki kemampuan dalam balap sepeda untuk diarahkan menjadi atlet profesional.
"Ya sebenarnya kan sangat prihatin dengan kejadian tersebut, apalagi yang diamankan menurut informasi adalah anak-anak yang masih berstatus sekolah. Masih di bawah umur," ujar Turkini.
Menurut Turkini, kemampuan anak-anak tersebut dapat diarahkan ke kegiatan olahraga yang lebih positif melalui pembinaan di ISSI Buleleng. Dengan pembinaan yang terarah, mereka berpeluang mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar prestasi olahraga sepeda.
"Seandainya anak-anak ini punya skill, punya kemampuan dalam hal balap sepeda, mari bergabung di ISSI Buleleng. Kemampuan dan skill balap sepeda mereka ini bisa kami arahkan ke hal yang lebih postif dengan menjadi atlet profesional dan meraih prestasi yang membanggakan," terangnya.
ISSI Buleleng Bidik Atlet dari Kalangan Pelajar
Turkini mengatakan penjaringan atlet dari kalangan pelajar menjadi salah satu perhatian ISSI Buleleng. Organisasi tersebut berencana melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah sekaligus menggelar kejuaraan sepeda yang menyasar pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA.
Salah satu agenda yang disiapkan yakni kejuaraan BMX. Kegiatan tersebut nantinya disosialisasikan ke sekolah-sekolah sebagai wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan minat dan kemampuan melalui kegiatan olahraga yang terarah.
"Karena ini anak-anak masih di bawah umur, artinya masih dalam tahap pembelajaran di sekolah, itu juga sudah menjadi skala prioritas kami di ISSI untuk merekrut anak-anak ini," jelasnya.
Politisi dari Partai PDI Perjuangan Buleleng ini menyebut kejuaraan tersebut akan digelar setelah pelaksanaan Pra-Porprov usai.
Orang Tua Diminta Awasi Aktivitas Anak
Turkini juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak. Menurutnya, pendidikan dan pengawasan terhadap anak tidak sepenuhnya dapat diserahkan kepada pihak sekolah.
Orang tua diharapkan dapat memanfaatkan waktu anak ketika berada di rumah untuk berkomunikasi sekaligus memberikan pemahaman mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
"Sebagai orang tua wajib memberikan perhatian, tidak serta-merta mempercayakan kepada pihak sekolah. Selama berada di rumah harus kita manfaatkan betul, harus kita ajak anak berkomunikasi, semacam mengedukasi apa-apa saja yang tidak boleh dilakukan," katanya.
Selain keluarga, Turkini menilai sekolah juga memiliki peran dalam membentuk karakter peserta didik. Pendidikan karakter dinilai penting agar anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga memahami perilaku yang baik serta batasan dalam bertindak.
"Untuk di sekolah juga, anak-anak jangan hanya diberikan tugas. Tapi berikan juga pendidikan karakter, agar anak-anak memiliki pribadi yang baik, sopan, bermoral dan tidak melakukan kegiatan yang melanggar hukum," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5677 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2527 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2191 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan