Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 25 Mei 2026
Jadi Musuh Pejuang Diet, Benarkah Sarapan Bikin Gemuk?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak orang pilih tidak sarapan dengan dalih sedang diet untuk menurunkan berat badan. Apalagi ada anggapan sarapan bisa membuat tubuh lebih gemuk, memang iya?
Anggapan ini dibantah langsung Ketua Pergizi Pangan, Prof. Hardinsyah yang mengatakan selama makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang, maka sarapan tidak akan membuat berat badan bertambah jika menerapkan makanan sehat.
"Untuk orang dewasa terutama, katanya sarapan bikin gemuk. Itu anggapan yang tidak benar. Justru harus sarapan sehat. Nasi goreng saja misalnya, tapi ditambah protein, sayuran atau serat," ujar Prof. Hardinsyah dalam acara Program Sarapan Berisi Blueband di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023).
Jika tidak percaya, ia menyarankan untuk mencoba sarapan rutin, dan minimal mencobanya selama sepekan atau selama 7 hari maka akan bisa terlihat efeknya. Apalagi kata Prof. Hardinsyah, anjuran kebiasaan sarapan ini sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 41 tahun 2014.
"Awalnya hari sarapan nasional tapi tidak memiliki efek, makanya kita coba sepekan sarapan nasional," papar Prof. Hardinsyah
Tapi sayangnya meski ada Permenkes tersebut, Prof. Hardinsyah masih menemukan fakta 7 dari 10 anak Indonesia tidak mengonsumsi makanan sehat. Bahkan ada anggapan pagi hari sudah konsumsi teh manis dan biskuit maka dianggap sudah sarapan, padahal itu bukanlah sarapan sehat.
"Karena sarapan sehat itu kegiatan makan minum yang aman dan bergizi, paling tidak memenuhi 15 hingga 35 persen dari kebutuhan gizi harian yang dilakukan setiap hari," paparnya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK menjelaskan jika tolok ukur sarapan sehat adalah makan minum yang mengandung gizi seimbang, dari mulai karbohidrat, protein, serat hingga lemak tak jenuh.
"Isinya nggak hanya karbohidrat. Apalagi anak-anak butuh juga sumber protein. Kalau tidak sarapan, bagaiaman dia memenuhi kebutuhan tubuh sehari-hari. Oke karbohidrat kita penuhi, protein bisa apa saja, misal telur. Jangan lupa, kita tetap butuh lemak. Lemak tidak jenuh itu bisa lemak omega 3 dan 6, makanya disebut lemak esensial," jelas dr. Cindiawaty.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2108 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1947 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1435 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1320 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah