Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 28 September 2026
Jangkau Seluruh Bali, REI Berharap Kenaikan Harga Rumah Subsidi Bisa Capai 7,75%
Selasa, 29 Januari 2019,
10:12 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Real Estat Indonesia (REI) Bali berharap usulan kenaikan harga rumah bersubsidi yang menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diajukan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan berada di angka 7,75% agar bisa mencakup sasaran di semua wilayah Bali.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indonesia (REI) Bali, Pande Agus Permana Widura mengatakan saat ini dengan menggunakan harga yang lama, pihaknya hanya mampu membangun rumah subsidi di beberapa kabupaten diantaranya di Buleleng, Jembrana, Karangasem dan Tabanan.
"Untuk angka kredit di perumahan, kami masih menggunakan harga perumahan 2018. Di Bali kami (REI) ajukan sebesar 7,75 persen akan tetapi untuk harga di 2019 belum ditetapkan oleh Kemen PUPR," ujarnya, Senin (29/1).
Dirinya berkeinginan seandainya harga dari rumah subsidi ini dapat ditingkatkan tidak hanya 5 persen maka, REI Bali akan mampu membangun rumah subsidi di seluruh Kabupaten di Bali atau agar dapat mengurangi Backlog di Bali sebesar 200.000 unit.
Sementara itu, pihaknya masih mengkaji perihal usulan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang kenaikan harga rumah bersubsidi tersebut. Ia mengatakan REI Bali bersama DPP REI pusat, Kementrian PUPR dan pihak perbankan akan mencoba mengkaji kembali terkait kenaikan tersebut di beberapa daerah. Dimana, kenaikan yang diusulkan tidak hanya 5 persen setiap tahunnya, melainkan bisa melebihi.
"Memang program rumah subsidi merupakan program dari Bapak Presiden Jokowi yang memang ditetapkan setiap tahun tersebut ada kenaikan sebesar 5 persen. Tetapi, berhubung di beberapa daerah khususnya di Bali harga tanah cenderung meningkat 5 persen. Maka, kami mendukung kenaikan harga sebesar 5 persen bahkan lebih untuk rumah subsidi tersebut," jelasnya.
Dilanjutkan, seharusnya setiap Januari atau awal tahun sudah ada harga baru minimal sebesar 5 persen, akan tetapi sampai saat ini belum ada kenaikan. Jadi anggota REI Bali masih menggunakan harga lama sampai saat ini.
Menurut Pande, dengan kenaikan harga tersebut tidak akan mengurangi animo masyarakat untuk membeli rumah subsidi. Tentunya, dengan dibuatkan skema FLPP, maka tidak akan menurunkan daya beli masyarakat untuk membeli rumah subsidi di Bali.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8495 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5838 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3661 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2490 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026