Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Jasad Pria Misterius Ditemukan Tersangkut di Sungai Ayung Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Warga dan karyawan hotel di kawasan Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas yang tersangkut di sela-sela bebatuan Sungai Ayung, Jumat (19/6/2026).
Jenazah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sekitar pukul 10.10 Wita di aliran Sungai Ayung, Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang dengan kepala menghadap ke atas dan tersangkut di antara bebatuan sungai.
Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara menjelaskan, penemuan mayat bermula saat seorang karyawan Hotel M Ubud, I GB (34), melakukan aktivitas rutin membersihkan area sekitar bantaran Sungai Ayung.
Saat melakukan pembersihan, saksi melihat benda yang awalnya dikira akar pohon tersangkut di sela-sela batu sungai. Karena merasa curiga, saksi kemudian mendekati lokasi untuk memastikan benda tersebut.
"Setelah dicek dari jarak dekat, saksi mengetahui bahwa benda yang dikira akar pohon tersebut ternyata sesosok mayat yang mengambang dan tersangkut di antara bebatuan Sungai Ayung," ujar Kompol Wayan Putra Antara.
Mengetahui adanya penemuan mayat, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Chief Security Hotel M Ubud, I PAS. Setelah memastikan kondisi di lokasi, pihak hotel meneruskan laporan kepada Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan yang selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Ubud.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Ubud yang dipimpin langsung Kapolsek bersama petugas piket fungsi segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses evakuasi melibatkan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar dan Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar yang tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 Wita.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah melalui jalur Sungai Ayung menuju wilayah Banjar Tegal Kuning, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans PMI Gianyar ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, mengenakan celana pendek dan tidak mengenakan baju. Kondisi jasad juga sudah dalam keadaan kaku saat ditemukan.
Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui. Polisi juga belum dapat memastikan penyebab kematian korban.
Dugaan sementara, korban terpeleset saat berada di sekitar kawasan Sungai Ayung dan kemudian hanyut terbawa arus hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
"Untuk penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Identitas korban juga masih dalam proses penyelidikan," kata Kompol Wayan Putra Antara.
Saat ini Unit Reskrim Polsek Ubud bersama Tim Identifikasi Polres Gianyar masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban. Polisi juga berkoordinasi dengan tokoh masyarakat serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat guna membantu proses identifikasi.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa diminta segera menghubungi pihak kepolisian atau RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk membantu proses identifikasi jenazah.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3880 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2487 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1942 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun