Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Jepang Ngebut Produksi Massal Rudal Balistik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jepang mengumumkan akan mengembangkan dan memproduksi massal teknologi rudal jelajah, balistik, hingga rudal hipersonik berkecepatan tinggi. Hal ini dilakukan Jepang sebagai ancang-ancang menghadapi ancaman militer China dan Rusia.
Rencana ini diungkapkan Tokyo dalam anggaran tahunan Kementerian Pertahanan yang baru keluar Rabu (31/8). Dalam rencana itu, Jepang mengatakan ingin memiliki rudal teknologi terbaru dengan kecepatan tinggi dan jangkauan yang lebih jauh lagi.
"China terus mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk mengubah status quo secara sepihak dan mempererat aliansinya dengan Rusia," kata Kemhan Jepang menjelaskan alasan dibalik rencana mereka itu dalam proyeksi anggaran tersebut.
"Ini juga memberikan tekanan di sekitar Taiwan dengan latihan militer yang seharusnya dan tidak meninggalkan penggunaan kekuatan militer sebagai cara untuk menyatukan Taiwan dengan seluruh China."
Dalam proposal anggaran itu, kementerian berencana memproduksi massal rudal jelajah darat versi jarak jauh jenis 7011.T tipe 12 yang dirancang Mitsubishi Heavy Industries. Rudal ini sudah digunakan Jepang untuk menargetkan kapal dan rudal balistik yang berkecepatan tinggi.
Kemhan Jepang juga meminta dana tambahan untuk mengembangkan proyektil jenis lain termasuk rudal hipersonik.
Kemhan Jepang tidak memberikan detail jenis dan berapa banyak teknologi rudal yang ingin dikembangkan. Namun, teknologi rudal ini dipastikan mampu mencapai target daratan China jika dikerahkan dari sepanjang rantai Pulau Okinawa di barat daya Jepang.
Sejauh ini, Jepang telah memesan rudal udara termasuk Joint Strike Missile (JSM) buatan Kongsberg KOG.OL Norwegia, dan LMT.N Joint Air-to-Surface Stand-Off Missile (JASSM) buatan Lockheed Martin Corp dengan jangkauan hingga hingga 1.000 km (620 mil).
Kemhan pun meminta peningkatan jumlah anggaran hingga 3,6 persen menjadi 5,6 triliun yen atau hampir Rp600 triliun. Itu pun diperkirakan akan meningkat setelah menghitung biaya dari program pengadaan baru.
Dikutip Reuters, keputusan ini menjadikan Jepang pertama kalinya mengembangkan sektor pertahanannya jauh menyimpang dari konstitusi soal Pasukan Bela Diri Jepang.
Pemerintahan Perdana Menteri Fumio Kishida diperkirakan akan menyetujui proposal anggaran pertahanan ini pada akhir tahun. Rencana produksi massal rudal ini muncul ketika kekhawatiran tentang ambisi regional China terus meningkat bulan ini setelah Negeri Tirai Bambu menggelar latihan besar-besaran di sekeliling Taiwan.
Latihan itu digelar China sebagai tanggapan usai dibuat marah oleh lawatan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan pada 4 Agustus lalu. Beijing menilai lawatan Pelosi melanggar kedaulatan dan prinsip Satu China karena dianggap mendukung ambisi Taiwan untuk merdeka.
Dalam latihan militer itu, China turut menembakkan puluhan rudal ke Selat Taiwan dan lima di antaranya dilaporkan jatuh di zona ekonomi eksklusif atau kurang 160 kilometer dari Jepang. Selain China dan Rusia, Jepang juga mendeklarasikan Korea Utara sebagai ancaman keamanan nasional.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1962 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun