Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 22 September 2026
Jero Wacik Dicap Arogan, Lanjutkan Geothermal Bedugul
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Ir. Jero Wacik diminta tidak gegabah dan terus menerus memaksakan wacana dibukanya kembali megaproyek Geothermal Bedugul. Apalagi disebut-sebut, seakan-akan di Bali sudah tidak ada lagi penolakan terhadap megaproyek geothermal Bedugul tersebut.
"Pernyataan Menteri ESDM itu terkesan arogan dan menganggap sepi aspirasi masyarakat Bali yang telah menolak megaproyek tersebut. Padahal, penolakan tetap ada, dilontarkan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk ada rekomendasi DPRD Bali semasa ketuanya Ida Bagus Putu Wesnawa dan Keputusan Gubernur Bali semasa Dewa Beratha. Penolakan itu tidak pernah dicabut, kok dikatakan tidak ada penolakan lagi,"ujar Ketua Sabha Walaka PHDI, Putu Wirata Dwikora, dalam rilis yang dikirim ke beritabali.com, Kamis (4/7/2013).
Hal ini disampaikan menanggapi bergulirnya wacana untuk meneruskan Geothermal Bedugul.
Putu mengaku prihatin pada pernyataan Jero Wacik yang mengatakan bahwa di Bali sudah tidak ada lagi penolakan terhadap megaproyek geothermal Bedugul tersebut. Ia minta Wacik berhenti mewacanakan kelanjutan proyek Geothermal Bedugul, dan konsentrasi untuk mencari sumber energi lain diluar Bali.
"Bali yang menjadi daerah tujuan wisata, biarlah alam dan tata ruangnya lestari untuk berlangsungnya atraksi budaya. Eksplorasi tidak sejalan dengan pelestarian lingkungan hidup, dan pariwisata Bali yang bertumpu pada budaya dan lingkungan hidup bisa hancur bila alam dan tata ruangnya terus ditambang, termasuk untuk mencari energi geothermal Bedugul tersebut."
Putu juga menjelaskan, dari pihak PHDI dan kalangan spiritual, alasan penolakannya adalah argumen sosial budaya dan agama, karena di sekitar Geothermal Bedugul tersebut terdapat hutan dan 36 lebih tempat suci yang dilestarikan oleh umat Hindu.
"Untuk diketahui, eskalasi penolakan-penolakan itu meningkat sekitar tahun 2005. Diantaranya dari Bendesa Adat Wongaya Gede dan Desa Adat Jatiluwih di TAbanan, Forum Komunikasi Kelompok Pelestarian SDA, 4 Anggota DPD RI 2004-2009, PHDI Bali, DPRD Bali semasa Ida Bagus Putu Wesnawa, Gubenur Bali semasa Dewa Made Beratha, beberapa sulinggih dan walaka dalam delegasi yang datang langsung ke Menteri ESDM Yusgiantoro Purnomo, didampingi Senator Wayan Sudirta. Penolakan itu tidak pernah dicabut, siapa bilang sekarang tidak ada penolakan?" ujarnya. (bbn/dev)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8249 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5705 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3562 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2407 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar