Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Jika Gunung Agung Erupsi, Pemda Harus Siapkan Rencana Matang Penanganan Pengungsi
Kamis, 19 Oktober 2017,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Denpasar. Sekretaris Komisi IV DPRD Bali Nyoman Budi Utama meminta pemerintah daerah harus mempunyai perencanaan matang terhadap penanganan pengungsi jika Gunung Agung erupsi.
"Pemerintah harus sudah punya perencanaan terhadap daerah yang kena erupsi atau pada wilayah kawasan rawan bencana (KRB). Hal tersebut belajar dari pengalaman meletusnya Gunung Agung tahun 1963," kata Budi Utama di Denpasar, Selasa, (19/10/2017).
[pilihan-redaksi]
Ia mengatakan para pengungsi atau warga yang daerahnya terkena erupsi nantinya akan dilakukan relokasi pengungsian dua bulan pascaerupsi gunung tertinggi di Pulau Dewata.
"Setelah itu, warga juga disediakan lahan untuk relokasi, sehingga nantinya aktivitas masyarakat bisa berjalan normal," ujar politikus PDIP asal Bangli.
Menurut dia, segala perencanaan harus dipersiapkan oleh pemerintah sejak dini, sehingga ketika terjadi tanggap darurat Gunung Agung tersebut semuanya sudah terkoordinasi, sehingga warga masyarakat tidak merasa khawatir.
"Perencanaan terhadap evakuasi warga masyarakat sangat penting, sebab kemungkinan bencana bisa saja terjadi. Apalagi dari BVMBG sudah menyatakan status Gunung Agung pada level IV atau awas kritis," ucapnya.
Sebelumnya, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan warga masyarakat dari 28 desa yang dinyatakan kawasan rawan bencana (KRB) kini berada di pengungsian.
"Sedikitnya 138 ribu lebih warga berada di pengungsian saat ini. Mereka tidak melakukan aktivitas. Pengungsi pun merasa cemas dan khawatir. Apalagi warga yang mempunyai kredit di perbankan. Sedangkan dari pihak bank belum ada memberikan kebijakan terhadap kredit yang dipinjam warga yang notabene mengungsi," katanya.
Ia mengatakan dengan kondisi ini, maka pendapatan asli daerah pun menurun. Sebab pendapatan terbesar selama ini berasal dari penambangan galian C. Sedangkan penambangan tersebut berada di zona KRB.
"Dengan keadaan seperti sekarang ini, maka secara otomatis aktivitas yang sebelumnya bergelut di penambangan galian C berhenti total. Sekarang PAD pasti menurun tajam. Oleh karena itu mari berdoa agar bencana alam segera berlalu," katanya. [bbn/drd/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6040 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026