Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Jurnalis Inggris Hilang di Amazon Brasil Tewas Usai Ditembak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Polisi Brasil mengatakan jurnalis Inggris Dom Phillips dan pemandu lokal Bruno Araujo Pereira, yang menghilang di Amazon, Brasil dua minggu lalu tewas karena penembakan. Dilansir dari AFP, Minggu (19/6), Phillips (57) terkena satu tembakan di dada.
Sementara Pereira (41) dengan tiga tembakan, satu di kepala. Pereira merupakan seorang pembela hak-hak Pribumi yang vokal telah menerima beberapa ancaman pembunuhan.
Sementara itu, seorang tersangka lainnya, Jefferson da Silva Lima ditahan kepolisian setempat. Jefferson merupakan tersangka ketiga yang diduga membunuh Phillips dan Pereira.
Tersangka yang dikenal sebagai Pelado da Dinha itu menyerahkan diri ke kantor polisi di Atalaia do Norte.
Komisaris Alex Perez Timoteo mengatakan kepada situs berita G1 bahwa bukti dan kesaksian yang dikumpulkan sejauh ini menunjukkan bahwa tersangka "berada di TKP dan secara aktif berpartisipasi dalam pembunuhan ganda yang terjadi."
Sebelumnya, polisi Brasil resmi mengidentifikasi jenazah Phillips yang sempat hilang di Amazon saat melakukan penelitian. Jenazah Phillips ditemukan usai kepolisian melakukan investigasi dan menemukan potongan jasad di suatu lokasi di Amazon.
Salah satu tersangka juga mengaku telah membunuh Phillips dan mengungkapkan lokasi tempat ia mengubur jenazah sang wartawan korseponden The Guardian. Kepolisian Brasil menuturkan jenazah Phillips diidentifikasi melalui analisis forensik.
Jasad diduga Bruno Araujo Pereira, yang turut bersama Phillips sebelum dinyatakan hilang, juga telah ditemukan. Phillips (57) dan Pereira (41) hilang saat dalam perjalanan di Desa Javari, Amazon, pada 5 Juni lalu.
Mereka terakhir kali terlihat di Sao Rafael, kawasan di Amazon yang berjarak dua jam perjalanan kapal dari Atalaia do Norte. Keduanya hilang setelah mengikuti patroli suku pedalaman di Sungai Itaquai untuk mencegah invasi nelayan dan pemburu ilegal di Desa Javari.
Phillips dan Pereira mengikuti patroli itu dalam rangka riset untuk pembuatan buku mengenai upaya konservasi di kawasan tersebut.
Aparat setempat menganggap upaya konservasi itu "rumit dan berbahaya" karena berkaitan dengan penambangan ilegal dan jaringan narkoba internasional.
Proses pencarian Phillips dan Pereira menarik perhatian internasional karena dianggap mencerminkan betapa berbahaya bagi jurnalis untuk mengungkap kejahatan.
Setelah beberapa pekan pencarian, kepolisian menangkap dua tersangka pada Selasa (14/6) lalu.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4470 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2264 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1568 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1247 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1018 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun