Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kapal Putar Haluan, Truk Terguling
Beritabali.com, Gilamanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Gelombang laut Selat Bali yang terkenal ganas memakan korban. Satu truk yang sarat muatan bihun terguling di atas LCT Labrita Adinda akibat dihantam gelombang saat sedang putar haluan.
Dari informasi yang dihimpun, Kamis (1/10) saat berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Labrita Adinda yang mengangkut belasan kendaraan tidak mengalami masalah.
Kapal yang dinahkodai Suhdoyo ini berlayar dengan mengambil haluan ke selatan. Setelah berlayar selama 20 menit, nahkoda kapal bermaksud putar haluan ke utara.
Ketika memutar haluan itulah, tiba-tiba gelombang besar datang dan menghantam lambung kapal buatan Korea tahun 2005 itu. Akibatnya kapal oleng dan semua kendaraan barang yang dimuatnya pun ikut oleng.
Namun, truk DR 8788 AR yang dikemudikan I Nengah Sueta (34), warga Lingkungan Penginoan, Presak, Narmada, Lombok Barat tiba-tiba terguling ke kanan dan menimpa truk DK 8900 BY yang dikemudikan Sauri, warga Banyuwangi, yang parkir di sebelah kanannya.
Diduga tergulingnya truk yang sarat muatan bihun tujuan Lombok itu lantaran tumpukan muatannya terlalu tinggi dan pernya lemah sehingga tidak kuat menahan beban puluhan ton bihun.
Akibat tertimpa truk tersebut, pintu truk DK 8900 BY ringsek. Namun, beruntung kejadian tersebut tidak sampai makan korban jiwa lantaran seluruh peumpang truk tidak berada di dalam kabin.
Setelah Labrita Adinda sandar di Pelabuhan Gilimanuk truk tersebut berusaha ditarik dengan kapal lain agar bisa kembali melanjutkan perjalanan. Namun upaya pertama menemui kegagalan lantaran bak truk masih penuh muatan sehingga tali yang dipakai menarik putus.
Upaya penarikan kedua kembali diulang setelah sebelumnya semua muatan diturunkan. Setelah bak truk tanpa muatan, barulah truk itu berhasil diberdirikan dengan setelah oleh kapal LCT Labrita Risa.
Syahbandar Gilimanuk, Dewa Nyoman Kari ketika dikonfirmasi, Kamis (1/10) mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menurut Kari, penyebab tergulingnya truk tersebut karena faktor cuaca dan muatannya diduga terlalu tinggi. “Karena muatan truk terlalu tinggi yang diduga melebihi kapasitas maka saat kapal oleng, truk tersebut tidak bisa bertahan lalu terguling,†terangnya.
Untuk mengatisipasi terulangnya kejadian tersebut, Kari meminta agar semua nahkoda kapal selalu memperhatikan kondisi cuaca, gelombang serta arus di Selat Bali utamanya saat memutar haluan.
“Sopir-sopir truk juga kami minta agar tidak memuat barang terlalu tinggi karena sangat riskan terguling saat kapal oleng dihempas gelombang,†katanya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5978 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan