Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Kasus Perdagangan Orang, Ratusan Korban Calon PMI Bali Alami Kerugian Miliaran Rupiah
Dijanjikan Kerja di Jepang Pakai Visa Wisata
beritabali/ist/Kasus Perdagangan Orang, Ratusan Korban Calon PMI Bali Alami Kerugian Miliaran Rupiah.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tersangka Mohamad Akbar Gusmawan (34) selaku pengelola agen MAG Diamond atau PT. Mutiara Abadi Gusmawan ditangkap personel Ditreskrimsus Polda Bali.
Pria asal Jakarta ini terlibat kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan jumlah korban ratusan orang dan kerugian miliaran rupiah.
Baca juga:
Empat Korban Perdagangan Orang di Bandara Bali Tamatan SMP, Nekat Adu Nasib ke Luar Negeri
"Pelaku Mohamad Akbar ditangkap setelah Ditreskrimsus menerima laporan dari korbannya," jelas Kabid Humas Polda Bali Kombespol Satake Bayu bersama Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra di mapolda Bali, Selasa 20 Juni 2023.
Dijelaskannya, tersangka Mohamad Akbar melakukan penipuan dengan modus merekrut calon pekerja migran Indonesia (PMI) dan menjanjikan pengiriman ke negara Jepang namun tanpa memiliki Surat Izin Penempatan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI).
Dalam keterangan Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra, kasus penipuan ini bermula pada 29 November 2021, dimana pelapor mendatangi agen MAG Diamond di Jalan Mertanadi nomor 23 Kuta. Korban berencana mendaftar sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk berangkat ke Negara Jepang.
Setelah mendapatkan persyaratan dari perusahaan tersebut, korban diminta melakukan pembayaran sebesar Rp.35 juta. Setelah membayar, korban diberikan pelatihan oleh perusahaan selama 3 bulan di kampus STIKOM Bali di Renon.
"Pelapor melakukan pelatihan tersebut dan juga sudah membuat Form Visa di tempat pelatihan tersebut," kata AKBP Ranefli.
Tidak hanya itu, korban juga sudah menandatangani form kontrak kerja dan dijanjikan gaji sebesar 4500 USD. Rencananya, korban akan diberangkatkan menuju Jepang pada 30 Agustus 2022 tapi hingga kini pelapor dkk belum diberangkatkan.
Korban mendapat Informasi dari rekan pelapor bahwa perusahaan tersebut mengirim TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ke Malaysia dengan Visa Holiday. Bahkan, beberapa teman pelapor sudah ada yang berangkat ke Malaysia. Hanya saja, ada beberapa orang yang dikembalikan oleh imigrasi karena tidak diberikan gaji.
"Korban juga ditawarkan untuk ikut menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ke Malaysia namun korban menolak," sebut AKBP Ranefli.
Baca juga:
Kasus Perdagangan Orang di Bandara Bali Dibongkar, Rencana Bawa Enam Imigran Gelap ke Kamboja
Untuk jumlah para korban kini mencapai 280 orang dan yang sudah melapor sebanyak 17 orang. Korban yang belum melapor sekitar 283 orang. Sementara untuk biaya keberangkatan para calon pekerja Migran ke Jepang tersangka Akbar memasang tarif Rp25 juta hingga Rp35 juta.
Uang yang masuk ke rekening perusahaan PT. Mutiara Bali Gusmawan sebanyak Rp 3,6 miliar dan sudah diserahkan kepada Gina Agoylo Cruz melalui transferan.
"Gina saat ini sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7753 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan