Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Kelola Koperasi Dengan Taksu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Membangun koperasi agar bisa mandiri tidak saja dibutuhkan pengelolaan secara profesional, tetapi yang lebih penting bagaimana para pengurus dan anggota koperasi menciptakan taksu dan rasa jengah ditengah-tengah persaingan antar lembaga sejenis.
Koperasi dalam pengembangannya tidak harus melepaskan diri dari hal-hal yang berkaitan dengan spiritual, selain ada unsur jengah dari diri sendiri. Penegasan ini disampaikan Wakil Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, SE. M.Si dihadapan 30 peserta pendidikan dan pelatihan jati diri koperasi bagi pengelola koperasi, Senin (10/9) di Hotel Puri Kedaton.
Baca juga:
Perkenalkan Aplikasi
Lanjut Rai Mantra konsep taksu dan jengah yang mesti ditanamkan dalam pengelolaan koperasi, juga diimbangi dengan penguasaan Informasi Teknologi (IT).Disisi lain menurut Rai Mantra didampingi Kadis Koperasi PK dan M, Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara, M.Si.
pengelola koperasi hendaknya mampu menjalankan azas 'Business Efeciency', yakni mengupayakan keuntungan finansial untuk menghidupkan dirinya, selain juga harus mejalankan azas efesiensi ekonomi.
Rai Iswara menambahkan salah satu komponen pokok dalam upaya mempertahankan jati diri koperasi adalah berfungsinya peran anggota sebagai pemilik atau pemodal sekaligus pelangan.
Dari 592 koperasi yang tersebar di Denpasar berbagai macam karakteristik merupakan ciri pembeda. Pihaknya dalam menghadapi karakteristik ini selalu berusaha menanamkan betapa pentingnya jati diri dalam pengembangan koperasi.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3209 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 694 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 659 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman