Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Keluarga Tak Percaya Brigadir J Lecehkan Istri Kadiv Propam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Keluarga Brigadir J mengatakan bahwa pihaknya tak percaya brigadir tersebut melakukan pelecehan terhadap istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Hal itu lantaran Brigadir J begitu patuh dan jujur terhadap Ferdy Sambo beserta keluarganya.
"Tidak mungkin dia melakukan sebejat itu. Sama Bapak Ferdy Sambo saja dia sangat taat dan jujur," kata bibi Brigadir J, Rohani Simanjuntak.
Rohani mengungkap hubungan antara Brigadir J dan jenderal bintang dua itu sangat dekat. Ia menyebut Brigadir J menjadi orang kepercayaan Sambo. Bahkan, keponakannya itu kerap dipercaya untuk mengurusi keperluan rumah tangga atasannya tersebut.
Oleh karena itu, pihak keluarga menilai sangatlah tidak mungkin apabila Brigadir J melakukan perbuatan keji terhadap istri Sambo.
"Dia dipercaya bahkan belanja saja untuk keperluan rumah tangga dia yang dipercayakan. Masa dia melakukan sekeji itu, tidak mungkin. Kalau kami sebagai orang tua ya tidak mungkin," ujarnya.
Aksi polisi tembak polisi ini terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo yang terletak di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7) lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan Brigadir J meninggal dunia. Pelaku penembakan adalah Bharada E yang merupakan seorang ajudan pengamanan Kadiv Propam.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut bahwa Brigadir J diduga melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.
Bharada E yang mendengar teriakan dari istri Sambo sontak mendatangi tempat kejadian. Brigadir J langsung menodongkan pistol dan menembak Bharada E. Namun, tidak ada peluru yang mengenai Bharada E.
Polri menyebut Bharada E balas menembak, sehingga menyebabkan Brigadir J meninggal dunia di lokasi.
Kepolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini demi menepis keraguan publik atas semua pemaparan Polri.
Menko Polhukam Mahfud MD sementara itu menilai banyak hal janggal dalam proses penanganan kasus baku tembak di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Menurutnya, penjelasan Polri dalam kasus itu juga tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat.
"Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," kata Mahfud.
Ia mengatakan kredibilitas Polri dan Pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini, sebab dalam lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik berdasarkan hasil berbagai lembaga survei.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4660 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2464 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2106 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1717 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1148 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun