Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Konsumsi Ikan di Bali Rendah Dibanding Nasional, Padahal Stok Sangat Cukup
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kesadaran masyarakat Bali untuk mengonsumsi ikan dinilai masih sangat rendah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardhana.
Menurut data, tingkat konsumsi ikan di Bali masih rendah bahkan lebih rendah dari tingkat konsumsi ikan tingkat nasional. Pada tingkat nasional sudah mencapai 59 kg/kapita per tahun, sedangkan di Bali per Tahun 2022 baru 45,87 kg/kapita per tahun.
"Data ini akan menjadi acuan bagi kami untuk meningkatkan kebiasaan konsumsi ikan di Bali. Kami akan menggerakan seluruh sumber daya yang ada untuk membangun kesadaran masyarakat dalam makan ikan dalam kehidupan sehari-hari nanti," ujarnya, Rabu, 22 November 2023.
Sosialisasi dan edukasi gerakan makan ikan setiap hari harus terus dilakukan agar tumbuh kesadaran masyarakat akan manfaat ikan dan mengonsumsinya sebagai sumber protein sehari-hari. Gerakan ini juga akan sejalan dengan kesiapan stok ikan di Bali.
Namun menurut Sumardhana, stok ikan di Bali sangat cukup. Bali ini dikelilingi laut, pulau kecil. Sumber ikan dari mana saja berdatangan ke Bali.
Masyarakat perlu mengetahui bahwa ikan adalah salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (Omega, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10).
"Kandungan omega-3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani lain seperti daging sapi dan ayam," ujarnya.
Ikan yang dikonsumsi tidak mesti mahal. Ada ikan yang murah namun tetap memiliki kandungan protein dan omega tinggi seperti lele, kembung, dan lemuru.
Ditambahkannya, melalui program gerakan makan ikan, pemerintah juga melakukan edukasi manfaat mengonsumsi ikan dan meminta terutama kepada ibu-ibu agar menjadikan ikan sebagai menu utama sehari hari.
"Gerakan membumikan makan ikan terus kita gelorakan, masih ada kesan ikan itu amis, mahal, dan pengolahannya susah. Padahal ikan yang protein dan omeganya tinggi tidak mesti salmon, ikan seperti lemuru, lele, kembung harganya tidak mahal. Disamping itu pengolahan ikan tidak hanya digoreng sebetulnya, satu ikan bisa dibuat dengan berbagai macam olahan yang lezat untuk keluarga," imbuhnya. (sumber: metrotvnews.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5533 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2328 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1156 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan