Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Konvoi 5 Kapal Perang TNI Diserang Pesawat Tak Dikenal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Konvoi kapal perang militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapat serangan mendadak dari pesawat tak dikenal. Penyerangan terhadap konvoi kapal perang milik TNI Angkatan Laut terjadi saat berlayar di perairan Laut Jawa.
Berdasarkan siaran resmi Dinas Penerangan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dilansir VIVA Militer, Kamis 8 September 2022 saat konvoi melintas di Laut Jawa, tiba-tiba prajurit pengawas anjungan melaporkan kemunculan pesawat tidak dikenal.
Melihat adanya pesawat tempur tak dikenal melintas, alarm tanda bahaya diikuti instruksi isyarat “peran tempur” memenuhi ruangan-ruangan masing-masing KRI.
Di anjungan komunikasi radio saling bersahutan. KRI Banda Aceh-953 langsung mengambil alih komando, lalu memerintahkan semua unsur KRI Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) untuk membentuk formasi anti serangan udara.
Kemudian, meningkatkan derajat kesiagaan dan mengaktifkan sensor anti serangan udara. Semua personel menempati pos tempur di kapal sesuai buku induk tempurnya. Senjata anti serangan udara diawaki.
Personel pengawak senjata langsung mengarahkan laras senjata ke sumber datangnya pesawat tempur tidak dikenal. Mereka menunggu perintah untuk buka kunci dan laksanakan penembakan.
Senjata siap ditembakkan untuk melakukan serangan balasan ataupun untuk pertahanan. Hal tersebut merupakan simulasi dari kegiatan Air Defence Exercise (ADEX) yang digelar dalam rangkaian Latihan Operasi Pendaratan Administrasi (Latopsratmin) tahun 2022 yang diikuti oleh beberapa unsur KRI yaitu KRI Teluk Bintuni-520, KRI Teluk Palu-523, KRI Banda Aceh-593, KRI Golok-688 dan KRI Kurau-856 saat lintas laut menuju daerah latihan di Lampung.
Asisten Operasi Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Nanan Isnandar menuturkan, latihan menghadapi serangan udara tersebut merupakan Serial Drill ADEX (Air Defence Exercise) yang mensimulasikan adanya pesawat udara musuh yang mengancam konvoi lima KRI sehingga seluruh unsur melakukan peran tempur bahaya udara.
Bertindak sebagai AAWC (Anti Air Warfare Coordinator) adalah KRI Banda Aceh-593 yang bertugas mengatur laporan sergapan udara, formasi dan pengarahan senjata pertahanan udara. Dalam latihan ini memfokuskan pada materi prosedur komunikasi taktis dalam simulasi peran pertahanan udara dan menguji kecepatan prajurit TNI untuk menempati pos tempurnya dalam menghadapi peran pertahanan udara.(sumber: viva.co.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4607 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2412 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2065 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1667 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1108 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun