Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 25 Mei 2026
Korsel Ambisi Jadi Pemasok Senjata Utama Dunia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol ingin negaranya menjadi salah satu pemasok senjata utama dunia.
"Dengan masuknya empat besar eksportir pertahanan dunia setelah Amerika Serikat, Rusia dan Prancis, industri pertahanan [Korea Selatan] akan menjadi industrialisasi strategis dan pembangkit tenaga pertahanan," kata Yoon usai pidato 100 hari pertama jabatannya pada Rabu (17/8) di kantor kepresidenan.
Menilik prestasi Korsel dalam hal pertahanan, negeri ginseng berada di peringkat ke-10 dalam transfer senjata menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada 2021. Korsel tercatat memperoleh US$556 juta dari hasil ekspor senjata.
Akan tetapi nilai ini tidak cukup besar jika dibandingkan dengan Italia yang mampu mengantongi US1,7 miliar dan berada di posisi 4. Untuk memenuhi ambisinya, akhir bulan lalu Korea Selatan menandatangani kesepakatan senjata terbesar untuk memasok Polandia dengan hampir seribu tank, lebih dari 600 artileri dan puluhan jet tempur.
Sebelumnya pada Februari, ada kesepakatan senilai US$1,7 miliar dengan Mesir untuk pasokan K9 self-propelled howitzers dan kendaraan pendukung. Kesepakatan besar lain yang tercatat adalah dengan Australia untuk memasok K9.
Rupanya berbagai kesepakatan ini membuahkan hasil. Peneliti Peter Lee dan Tom Corben dari Pusat Studi Amerika Serikat di Universitas Sydney menyebut penjualan tank dan pesawat tempur ke Polandia dan Australia mendorong Seoul ke liga pertahanan utama.
Di jurnal daring War on the Rocks, mereka menyebut liga ini sebagai K-arsenal. Peneliti menyebut perangkat keras militer Seoul memberikan alternatif lebih murah tetapi sangat mumpuni untuk sistem senjata Washington.
Tak berhenti sampai di situ, Yoon berkata pesawat tempur supersonik buatan lokal diharapkan dapat memberikan 'booster' sekitar US$18,3 miliar untuk industri senjata setempat. Pesawat telah sukses melakukan uji coba terbang pertama pada Juli lalu.
Cita-cita jadi salah satu pemasok senjata utama dunia berarti Korea Selatan harus melampaui Italia, China, Jerman, Spanyol, Israel dan Inggris. Akan tetapi, analis militer Chun In-bum menyebut keinginan Yoon begitu ambisius.
"Korea Selatan dan industri senjatanya harus melakukan banyak pekerjaan," kata pensiunan jenderal Korea Selatan ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2101 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1944 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1432 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1317 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah