Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Kronologi Korut Ledakan Jalan Menuju Korsel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korea Utara meledakkan jalan penghubung dengan Korea Selatan pada Selasa (15/10). Kepala staf gabungan Korsel yang tidak disebutkan namanya juga telah mengonfirmasi kejadian tersebut.
"Korea Utara telah meledakkan bagian jalan Gyeongui dan Donghae di utara Garis Demarkasi Militer," kata dia dilansir AFP.
Dalam video yang dirilis Kementerian Pertahanan Korsel, ledakan ini bermula ketika militer Korut datang ke jalan Gyeongui dan Donghae yang menjadi perbatasan Korsel dan Korut.
Di sana, mereka terlihat memasang sesuatu yang tampak seperti kamera di atas tripod. Tidak lama setelah itu, ledakan besar pun muncul di beberapa bagian jalan Gyeongui dan Donghae sekitar pukul 12 siang waktu setempat.
Usai ledakan terjadi, muncul sejumlah eskavator dan truk di sekitar jalan. Pasukan militer Korut juga terpantau bekerja di sekitar eskavator dan truk-truk tersebut.
Eskavator terlihat sedang menggali tanah yang ada di sekitar jalan Gyeongui dan Donghae. Sementara itu, truk-truk yang datang terlihat digunakan untuk membawa bongkahan yang dihasilkan usai ledakan.
Menanggapi ledakan tersebut, militer Korsel melepaskan tembakan peringatan ke selatan garis demarkasi militer. Namun, tembakan tersebut tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan.
"Tidak ada kerusakan pada militer kami dan pasukan kami juga telah melakukan tembakan balasan di daerah selatan MDL," tambah kepala staf gabungan Korsel.
Dilansir CNN, ledakkan jalan ini terjadi beberapa hari setelah Korut menuduh Korsel menerbangkan pesawat tanpa awak berisi propaganda di atas ibu kota, Pyongyang.
Korut menuduh Korsel telah menyebarkan propaganda anti-Korut kepada lewat pesawat nirawak tersebut.
Pemerintah Korsel sebelumnya juga sudah memberi peringatan pada Senin (14/10) bahwa Korut tengah bersiap meledakkan jalan Gyeongui dan Donghae yang ada di perbatasan kedua negara.
Tindakan ini memicu ketegangan antara Korsel dan Korut. Sejumlah pakar menilai peledakan jalan Korut juga sebagai tanda Kim enggan berunding dengan Korsel.
"Ini adalah tindakan militer praktis yang terkait dengan sistem negara ganda yang bermusuhan yang sering disebutkan oleh Korut," kata pakar di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, Yang Moo Jin. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2981 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2054 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2029 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1813 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun