Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Lihat Bojog Dan Paku
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Puluhan murid SD 2 Nusasari, Jumat (21/1) pagi tiba-tiba kesurupan. Dalam kondisi tidak sadar, mereka mengaku melihat bojog (kera) dan paku di ruang kelas V.Kesurupan massal ini kontan mengejutkan seisi sekolah. Mereka, berontak dan menangis sambil menjerit.
Kendati sudah digotong menuju ruangan kepala sekolah, namun tidak menghentikan jeritannya.“Saya sampai kewalahan mengangani murid-murid yang kesurupan itu,” kata Ni Wayan Sudarni, salah seorang guru di SD tersebut, Jumat (21/1).Menurut wali kelas VI ini, ketika ditanya murid-murid yang kesurupan ini mengaku ada bojog (kera).
“Ketika saya tanya dimana melihat bojog, anak-anak cuma bilang, di sana, disana, takut, ada bojok, ada paku,” ujar Sudarni menirukan ucapan muridnya yang kesurupan.Ketika bilang ada bojog dan paku, kata Sudarni, murid-murid yang kesurupan sambil memejam mata menunjukkan jarinya ke arah ruang kelas V.
“Untuk meyakinkan, para guru dan kepala sekolah langsung menuju ke ruang kelas V. Setelah ditengok, mereka tidak melihat bojog dan paku seperti yang ducapkan anak-anak,” jelasnya.Ni Made Ayu Anggreni, salah seorang murid yang mengalami kerauhan ketika ditemui, Jumat (21/1) mengaku tidak merasakan kalau dirinya sempat kerauhan. “Saya tidak tahu apa yang terjadi,” ujar murid kelas V ini.
Beberapa siswa yang kerauhan mengaku saat kejadian mereka melihat mahluk halus yang menurut mereka Dewa Siwa.“Selain itu saya juga melihat raksasa dan kera yang bergelayut di pohon kemoning yang tumbuh di halaman sekolah,” kata salah seorang siswa lainnya.Pohon kemoning yang berusia puluhan tahun itu, oleh masyarakat setempat diyakini cukup angker.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli