Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Listrik Padam Ganggu Layanan Penumpang, Bandara Ngurah Rai Minta Maaf
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sehubungan dengan informasi yang beredar di masyarakat terkait padamnya listrik di sejumlah titik Bandara I Gusti Ngurah Rai, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shaha menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa bandara atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Kejadian ini terjadi pada Jumat (10/10) pukul 18.13 WITA terjadi gangguan listrik di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Tim teknis segera melakukan penelusuran dan berupaya melakukan penanganan dan aliran listrik dapat kembali normal pada pukul 19.18 WITA.
"Atas peristiwa tersebut beberapa layanan penumpang mengalami penyesuaian, yakni proses check in untuk beberapa saat dilakukan secara manual. Untuk mengurai kepadatan di area check in, kami menyiagakan petugas untuk mengatur flow penumpang", jelasnya, Jumat (10/10/2025) malam.
Dirinya menyampaikan, petugas di area ruang tunggu untuk memandu ke area boarding gate.
"Beberapa aktivitas penerbangan, baik berangkat maupun datang juga terdampak dan saat ini kami terus berupaya mengatur alur penumpang dan penerbangan agar dapat terlayani dengan optimal," paparnya.
Saat ini, penyebab dari padamnya listrik ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4660 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2464 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2106 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1717 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1148 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun