Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
Lomba Penjor Hias Sebagai Pelestarian Adat dan Budaya Bali
Rabu, 15 Agustus 2018,
15:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana, Bupati Artha sangat mengapresiasi atas kembali terselenggaranya lomba penjor hias antar desa / kelurahan memperingati HUT Kota Negara ke-123. Lomba penjor ini disebutnya sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya Bali.
[pilihan-redaksi]
"Setiap tahun kita selalu adakan lomba penjor ini, dimana kita hanya ingin melestarikan adat dan budaya bali dan juga menggali kreatifitas dan semangat kebersamaan di Pemkab Jembrana,” tuturnya usai meninjau lomba Senin (13/8) di Taman Pecangakan Negara.
"Setiap tahun kita selalu adakan lomba penjor ini, dimana kita hanya ingin melestarikan adat dan budaya bali dan juga menggali kreatifitas dan semangat kebersamaan di Pemkab Jembrana,” tuturnya usai meninjau lomba Senin (13/8) di Taman Pecangakan Negara.
Diikuti 49 peserta dari masing-masing desa dan kelurahan di Kabupaten Jembrana, Desa Nusasari kembali meraih juara pertama mempertahankan juara tahun lalu dengan mengalahkan 48 peserta lainnya. Sedangkan juara kedua diraih Desa Mendoyo Dangintukad, sedangkan peringkat ketiga oleh Kelurahan Dauhwaru.
[pilihan-redaksi2]
Lomba tahun ini turut mendapat perhatian Bupati Jembrana, I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan, yang meninjau langsung jalannya perlombaan. Sejumlah kepala OPD Pemkab Jembrana juga turut memantau langsung jalannya perlombaaan membuat penjor hias.
Lomba tahun ini turut mendapat perhatian Bupati Jembrana, I Putu Artha dan Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan, yang meninjau langsung jalannya perlombaan. Sejumlah kepala OPD Pemkab Jembrana juga turut memantau langsung jalannya perlombaaan membuat penjor hias.
Sama seperti tahun sebelumnya, kali ini proses pembuatan penjor dari awal hingga akhir tetap dinilai. Proses pembuatan pun harus dilakukan di tempat perlombaan berlangsung. Tiap sekaa terdiri dari 5 orang dari masing masing desa dan kelurahan di Jembrana. Dan peserta hanya di perbolehkan membawa sampian (hiasan pada ujung penjor) dan hiasan tambahan seperti patung styrofoam yang sudah jadi. (bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 544 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026