Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
LOVE STORY: Guslong & Wiwik, Abadikan Perjumpaan Lewat Puisi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Berawal dari sebuah pertemuan di forum seminar tentang Meditasi yang diselenggarakan oleh Unit Kerohanian Hindu Universitas Wijaya Kusuma di Hotel Garden Surabaya sekitar tahun 1997. Wiwik pada saat itu bertindak sebaga Pembawa Acara (MC) sedangkan Guslong hadir sebagai Peserta.
Seminar yang dibawakan oleh Pakar Meditasi, Prof Ni Luh Ketut Suryani membawa kesan tersendiri bagi Guslong, selain materi yang disertai praktek yang memang dirasakan sangat bermanfaat, juga kerena keberadaan Sang MC. Untuk mengabadikan pertemuannya dengan Wiwik, Guslong-pun membuat puisi yang berjudul Sang MC (hal 2).
Baca juga:
Viral Kisah Cinta Pasangan Beda Usia
Pada sela-sela seminar, Guslong menyempatkan diri berkenalan dengan Sang MC, tentunya hanya sebatas mengetahui nama saja. Dari seorang teman (trims Tut Ari) Guslong memperoleh data yang lebih signifikan untuk menindaklanjuti pertemuannya dengan Wiwik, yaitu berupa sebuah nomor telepon.
Hubungan pun kemudian dilanjutkan via telepon, dari beberapa kali komunikasi kemudian berkembang lebih lanjut menjadi beberapa pertemuan, mulai makan malam hingga nonton film.
Dalam waktu yang relatif singkat Guslong memberanikan diri mengungkapkan perasaan. Di suatu malam yang indah, di sebuah rumah makan, akhirnya Guslong memproklamasikan perasaannya, dan teryata gayung bersambut Wiwik pun menerimanya dengan penuh keraguan. Namun akhirnya dia memberanikan diri menerima pernyataan yang disampaikan oleh Guslong.
Dalam pikirannya, mungkin suatu saat dia akan menyesal kalau sampai menolak ungkapan perasaan cinta dari Guslong. Akhirnya tanggal tersebut menjadi tanggal yang sangat bersejarah bagi mereka. Untuk mengabadikan moment penting tersebut Guslong-pun membuat puisi berjudul Proklamasi (lihat hal 2).
Keraguan yang menyelimuti Wiwik di awal-awal hubungan mereka, apakah pilihannya ini tepat, lambat laun, dalam proses berjalannya waktu Guslong telah menampakkan perasaan sayangnya dalam banyak hal, suka duka telah dilalui bersama.
Selama dua tahun mereka sempat dipisahkan oleh jarak, yaitu saat Wiwik menjalani coas di Rumah Sakit Pare Kediri, namun jarak bukanlah kendala dalam merajut hubungan mereka. Momen hubungan mereka antara Surabaya dan Pare diabadikan oleh Guslong dalam sebuah cerpen (lihat halaman cerpen).
Setelah berjalan lebih dari 3 tahun barulah keraguan Wiwik tersebut sirna, dia semakin yakin bahwa pilihannya ini sudah tepat (trims Dek Ceng. Dayu, Nunik & Dek Leni). Lirik lagu dari Dewa yang berjudul Risalah Hati sangat mewakili bagaimana pandangan Wiwik terhadap Guslong.
Dan setelah berjalan 5 tahun mulailah mereka memikirkan langkah yang lebih serius yaitu sebuah hubungan yang lebih sakral dalam bingkai pernikahan. Dan untuk mengabadikan momen ini, terbitlah berita yang saat ini Anda baca. Berita yang hanya dan hanya terbit sekali saja sebagai media untuk berbagi kebahagiaan dengan Anda semua.
#PUISI
Proklamasi
Menatap....
Mendengar...
Menunduk....
Merenung....
Mengangguk....
Jabat tangan erat ikrarkan...
Dua jiwa dalam satu hati
Sang MC
Lugas......
Merangkai kata demi kata
Lawati waktu demi waktu
Jeda....
Lirikan mata Senyuman bibir Lugas......
Merangkai kata demi kata
Lewati waktu demi waktu
Jeda.....
Lirikan mata Senyuman bibir
Dan mampu....
Detakkan jantung Getarkan hati
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan