Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Lurah Seririt Ciduk 13 Gepeng dan 43 Penduduk Liar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menggelar operasi penertiban kependudukan di wilayah Kelurahan Seririt, Lurah beserta aparat disamping menciduk 13 gelandangan dan pengemis, operasi tersebut juga menjaring 43 penduduk liar.
Lurah Seririt, Putu Kariaman Putra mengungkapkan, operasi penertiban penduduk di salah satu Kota di Bali Utara itu, rutin dilakukan secara berkala.â€Gepeng yang terjaring segera dipulangkan ke daerah asalnya desa Munti, Kecamatan Tianyar, Karangasem.
Sedangkan, untuk penduduk liar atau yang identitas kependudukannya tidak lengkap, diharapkan segera melengkapi adminitrasi kependudukan,†tegas Kariaman.
Lurah Seririt, Kariaman memaparkan, 13 gepeng yang diciduk, 10 diantaranya adalah anak-anak bahkan ada yang masih balita berumur enam bulan hingga lima tahun.â€Meraka ditangkap dalam operasi di pasar buah Kelurahan Seririt,†ujar KariamanGepeng yang diciduk dipasar buah Seririt, selanjutnya oleh aparat Kelurahan Seririt diserahkan kepada Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Buleleng.
Sedangkan, untuk 43 penduduk liar yang terjaring hanya dikenakan sanksi administrasi dan pembinaan untuk segera melengkapi identitas kependudukan. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2938 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun