Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 23 Mei 2026
Mahfud Buka Modus Mafia Tambang Daerah: Kapal Batu Bara Kerap Ditahan
beritabali.com/cnnindonesia.com/Mahfud Buka Modus Mafia Tambang Daerah: Kapal Batu Bara Kerap Ditahan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap modus para mafia tambang yang berada di daerah.
Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam acara Sarasehan "Sinkronisasi Tata Kelola Pertambangan Mineral Utama Perspektif Politik, Hukum dan Keamanan", pada Selasa (21/3).
Mahfud mengatakan berdasarkan laporan yang ia terima, banyak pengusaha mengalami kendala saat ingin mengekspor batu bara ke Hongkong. Ia mengatakan kapal para pengusaha yang memuat batu bara itu kerap ditahan dan diminta bayaran jika ingin dibebaskan.
Saat mendapatkan laporan tersebut, Mahfud lantas langsung menghubungi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif untuk berkoordinasi membebaskan kapal tersebut.
"Saya telepon Pak Arifin ada kapal ditahan, kemudian Pak Arifin minta nomor kapalnya dan saya kirimkan. Sorenya orang yang lapor kepada saya datang dan mengucapkan terima kasih," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (25/3).
"Ternyata bukan hanya kapal dia (pengusaha yang lapor), tapi ada 126 kapal lain yang juga ikut dilepas dan dimintai uang. Untung Pak Arifin turun tangan dan situasi tahan menahan itu bagian dari mafia tambang administrasi daerah," imbuhnya.
Berdasarkan laporan pemilik kapal, Mahfud mengatakan jika tidak segera dilepaskan pada hari itu juga, mereka akan mengalami kerugian hingga puluhan miliar rupiah.
Pasalnya mereka akan dianggap melanggar kontrak lantaran batu bara yang dipesan tidak sampai tujuan tepat waktu. Mahfud mengatakan celah itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh para mafia tambang administrasi daerah.
Mahfud kemudian menegaskan pemerintah sudah memiliki aturan dan kebijakan tegas terhadap kasus-kasus seperti penahanan kapal batu bara itu. Hanya saja, kata dia, pada pelaksanaannya memang masih terjadi korupsi dan tidak berubah.
Terkait dengan hal itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pemerintah sekarang sedang melakukan perbaikan pola kerja untuk bisnis pertambangan.
Ia menyebut Kementerian ESDM juga sudah membuat daftar yang berasal dari masukan-masukan stakeholder, akademisi, parlemen untuk mengatasi permasalahan mafia di sektor pertambangan ini.
"Saya selalu berkomunikasi dengan Menko Polhukam untuk bisa mendapatkan re-enforcement. Kita tetapkan kebijakan satu peta agar tidak ada lagi masalah tumpang tindih mengenai izin, kita tarik ke pusat dan juga banyak yang akhirnya masuk ke ranah hukum," pungkasnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2019 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1855 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1375 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1253 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah