Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Mandi Banyu Pinaruh, Pemuda Klungkung Terseret Arus di Pantai Selukat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tradisi banyu pinaruh yang digelar Minggu (17/12/2023) di pantai nyaris ada korban. Seperti yang dialami pemuda Klungkung, berusia 20 tahun yang terseret arus di Pantai Selukat, Desa Keramas.
Informasi yang dihimpun korban yang mengaku dari Banjarangkan Klungkung mandi/ melukat agak ke tengah laut. Kemudian tanpa disadari terseret arus ke tengah.
Selanjutnya dilihat oleh Lifeguard yang kebetulan saat itu sedang melaksanakan pengamanan pengunjung yang melaksanakan banyu pinaruh di Pantai Komune.
Korban segera ditolong oleh saksi dan diamankan ke pinggir pantai selanjutnya diberikan bantuan oksigen untuk pemulihan didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Keramas Aiptu I Made Artika dan Babhinsa Serka I Wayan Juliawan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar Gusti Ngurah Dibya Presasta membenarkan kejadian tersebut. "Setelah diberikan penanganan, korban dalam kondisi sehat seperti biasa dan tidak mengalami luka-luka, serta korban tidak berkenan diajak ke rumah sakit. Mengingat korban sudah pulih kemudian diajak pulang oleh orang tuanya kembali ke Banjarangkan, Klungkung," jelas dia.
Petugas gabungan TNI, Polri dan Balawista, tidak sempat menanyakan identitas korban, karena korban sudah diantar pulang oleh orang tuannya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 409 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 359 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 307 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun