Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Masih Perlukan Inreyen Pada Motor Baru? Begini Penjelasannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ternyata masih terjadi pro dan kontra mengenai inreyen motor baru dikalangan konsumen.
Ada yang menganggap motor baru sekarang enggak perlu pakai inreyen, namun enggak sedikit juga yang menyarankan lakukan inreyen agar motor lebih awet.
Lalu bagaimana hal yang sebenarnya?
"Sebenarnya untuk keluaran motor sekarang sudah tidak perlu lagi inreyen," buka Dicky Nurjaman selaku Teknisi R Pit Yamaha Harapan Motor.
"Soalnya sebagian besar motor baru Yamaha sudah pakai blok silinder DiASil dan piston forged," tambahnya.
Bagaimana dengan anggapan kalau motor baru enggak boleh membawa boncengan dan enggak boleh digeber rpm tinggi?
"Boleh-boleh saja motor baru membawa boncengan dan sesekali digeber pada rpm tinggi," jelas Dicky.
"Motor sekarang terutama motor Yamaha berbeda dengan motor zaman dahulu yang liner blok silindernya masih baja, apalagi setelah oversize, itu perlu inreyen lagi untuk masa penyesuaian. Namun di motor baru dengan teknologi terkini tidak perlu," tambahnya saat ditemui di Jalan Raya Citayam No.11Q, Depok, Jawa Barat.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Mekanik AHASS Catur Putra Jaya (CPJ), Beni Febriansyah.
"Sebenarnya motor baru sudah ditest dan direyen di dalam pabrik," buka Beni.
"Sehingga ketika nanti sudah diberikan kepada konsumen bisa langsung dipakai riding," tambahnya.
Namun Beni menyarankan jika motor baru mau dipakai riding jalan jauh lakukan dulu servis pertama.
"Kalau mau touring atau jalan jauh disarankan habis servis pertama atau 1.000 Km," jelas Beni.
"Soalnya pada servis pertama atau 1.000 km keluar dari pabrik biasanya ada beberapa penyesuaian, kalau ada kerusakan dalam tahap penyesuaian bisa segera ditangani," tuturnya.
Berdasarkan penjelasan di atas bisa kita simpulkan kalau motor baru tidak perlu melakukan inreyen.
Meskipun boleh dilakukan tanpa inreyen jangan lupakan juga servis pertama pada 1.000 km.
Sebab pada 1.000 Km pertama digunakan bikers merupakan tahap penyesuaian ketika motor baru keluar dari pabrik.(sumber: gridoto.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun