Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Maskapai Asing Tunda Penerbangan ke Bali Imbas Erupsi Lewotobi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Maskapai penerbangan dari Australia, Hong Kong, India, Malaysia, dan Singapura membatalkan penerbangan dari dan ke Bali imbas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Maskapai penerbangan Australia Jetstar, Qantas dan Virgin Australia menghentikan sementara penerbangannya ke Bali.
Selain itu Malaysia Airlines, AirAsia, Indigo dari India dan Scoot milik Singapura juga membatalkan penerbangannya pada hari ini, Rabu (13/11).
"Abu vulkanik menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap keselamatan operasi pesawat di sekitar awan vulkanik," demikian laporan AFP dari Bali.
Maskapai Hong Kong Cathay Pacific juga membatalkan penerbangan ke Bali untuk hari ini, dan menjadwal ulang rute ke dan dari Bali hingga Kamis (14/11) besok.
"Virgin Australia telah membuat beberapa perubahan pada jadwal penerbangannya saat ini, karena dampak gunung berapi di Indonesia," demikian pernyataan maskapai itu, mencantumkan penerbangan yang dibatalkan ke Sydney dan Melbourne.
Sementara itu Jetstar juga menghentikan penerbangan ke dan dari Bali hingga Kamis siang besok.
"Karena abu vulkanik yang disebabkan oleh letusan Gunung Lewotobi di Indonesia, saat ini tidak aman untuk mengoperasikan penerbangan ke dan dari Bali," kata pernyataan Jetstar.
Malaysia Airlines juga telah membatalkan enam penerbangan pada hari ini. Mereka mengatakan akan memantau status gunung berapi tersebut dan memberikan informasi terbaru.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan ada 12 penerbangan domestik dan 22 penerbangan internasional yang terpengaruh erupsi gunung.
"Untuk Australia kayaknya belum, belum berani dia. Karena dia yang paling vital, karena dia melewati areanya Lewotobi Laki-laki," kata Syaugi.
Syaugi menyampaikan, bahwa tidak ada penutupan Bandara Intenasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Namun maskapai di Australia belum berani untuk menerbangkan pesawat menuju Bali dan mereka juga melihat laporan Volcanic Ash Advisory Centres (VAAC) Darwin untuk memastikan keamanan penerbangan dari dan ke bandara dari ancaman abu vulkanik.
Pihaknya juga membenarkan ada beberapa dari maskapai Korea, Singapura, Hong Kong, India juga membatalkan terbang ke Bali, tetapi itu tidak banyak karena ada sebagian yang juga berani terbang ke Bali.
"Ada tapi nggak banyak. Tunggu nanti, karena mereka sore sama malam. Apalagi kalau Australia itu, kalau mau nunggu nanti malam, karena banyakan malam terbangnya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, dari data bahwa mulai dari tanggal 4 hingga 12 November 2024 ada 84 penerbangan yang telah dibatalkan akibat erupsi tersebut dan paling banyak dari Australia.
Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus pada Senin (4/11). Ada 10 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
BNPB mencatat hingga Sabtu (9/11), sebanyak 11.445 warga yang memilih mengungsi di sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka.
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki serta sektoral 7 km pada arah Utara-Timur Laut dan 7 Km pada sektor Timur Laut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5874 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4613 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan