Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Mengetahui Fakta-Fakta Cacar Monyet, yang Mewabah di Barat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat, Australia dan sejumlah negara di Eropa sedang berhadapan dengan wabah 'tidak biasa', yakni cacar monyet. Kasus terbaru dilaporkan oleh Jerman dan Australia pada Jumat (20/5/2022) pagi.
Kini, para ilmuwan sedang mencoba memahami mengapa cacar monyet menyebar di luar Afrika Tengah dan Barat. Untuk memahami lebih jauh tentang cacar monyet, berikut beberapa faktanya, dilansir Insider:
1. Jarang menyebar di luar Afrika Tengah dan Barat
Hingga Jumat (20/5/2022), kasus cacar monyet telah terdeteksi di Inggris, AS, Portugal, Kanada, Swedia, Australia, Prancis, Italia, Jerman, dan Belgia.
Kasus pertama dari wabah cacar monyet saat ini diumumkan di Inggris pada 7 Mei pada seorang pria yang baru saja pulang dari Nigeria.
Kasus-kasus selanjutnya tidak memiliki kaitan dengan kasus pertama dan tidak pernah melakukan perjalanan ke tempat endemik cacar monyet.
Penasihat medis Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) Susan Hopkins menggambarkan penyebaran ini sebagai langka dan tidak biasa.
2. Penyebaran cacar monyet
Tidak seperti Covid-19, cacar monyet biasanya tidak mudah menyebar antar manusia.
Cacar monyet menyebar melalui tetesan pernapasan berukuran besar ketika kontak dekat atau kontak langsung dengan cacar atau cairan tubuh.
Penularan juga dapat terjadi melalui kontak tidak langsung melalui pakaian atau tempat tidur yang terkontaminasi.
3. Gejala cacar monyet
Kebanyakan orang yang terkena cacar monyet mengalami gejala seperti flu ringan, seperti demam, sakit punggung, dan ruam yang hilang dengan sendirinya dalam dua hingga empat minggu.
Ruam dimulai di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk alat kelamin. Pada ruam akan muncul bisul berisi nanah dan akhirnya mengeras.
Sulit untuk membedakan antara cacar monyet dan ruam umum lainnya seperti cacar air.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pembengkakan kelenjar getah bening adalah ciri khas cacar monyet.
4. Seberapa bahaya cacar monyet?
Kondisinya bisa mematikan dalam beberapa kasus.
WHO mencatat, proposi penderita cacar monyet yang meninggal berkisar antara satu hingga 10 persen, tergantung varian yang menginfeksi. Kedua strain virus yang menginfeksi adalah clade Afrika Barat dan clade Congo Basin.
5. Bagaimana penyembuhan cacar monyet?
Pengobatan untuk cacar monyet sebagian besar bersifat suportif, seperti untuk batuk atau pilek misalnya. Kebanyakan orang sembuh tanpa pengobatan dalam beberapa minggu.
Tidak ada vaksin khusus untuk cacar monyet, tetapi vaksin cacar dapat digunakan untuk mengendalikan wabah.
Menurut WHO, vaksin cacar dapat memberikan perlindungan hingga 85% terhadap cacar monyet dan orang yang sudah divaksinasi cacar saat kanak-kanak mungkin mengalami penyakit yang lebih ringan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4464 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2239 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1013 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun