Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Mengusung Musik, Seni, dan Keberlanjutan, Festival Suara Digelar di Nuanu
BERITABALI.COM, TABANAN.
Nuanu, destinasi kreatif terbaru di Bali, menggelar Festival Suara 2024, yang berlangsung dari 26 hingga 28 Juli di Tabanan.
Festival ini tidak hanya merayakan seni dan musik, tetapi juga menandai pembukaan distrik kreatif Nuanu, dan memperkenalkan sisi pemberdayaan lokal, keberlanjutan, dan inovasi di Nuanu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan membuka acara dengan antusias, mengungkapkan dukungannya terhadap festival ini. "Festival ini sangat mendukung pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan. Selain itu, festival ini juga mengedepankan kearifan lokal dan budaya Bali, yang berkontribusi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lokal," ujarnya.
Festival Suara 2024 menampilkan berbagai musisi ternama dari seluruh dunia. Beberapa penampilan utama meliputi duo Australia Angus & Julia Stone, yang baru saja merilis album 'Cape Forestier,' ansambel elektroakustik Brandt Brauer Frick, dan multi-instrumentalis asal Inggris, Youngr. Selain itu, artis lokal seperti Ramengvrl dan Yung Raja dari Singapura turut memeriahkan festival. Lineup yang beragam ini menunjukkan dedikasi Nuanu dalam mendukung seni, budaya, dan pemberdayaan komunitas.
Sergey Solonin, Pendiri Nuanu dan salah satu pendiri Festival Suara, menyatakan, “Nuanu adalah tempat di mana kreativitas, kolaborasi, dan perubahan positif bertemu untuk menciptakan sesuatu yang istimewa. Tahun ini, selain merayakan tahun ketiga Festival Suara, kami juga menandai soft opening Nuanu. Kami ingin menyediakan ruang di mana seniman lokal dan internasional dapat berbagi bakat mereka dan pengunjung dapat merasakan perpaduan unik antara seni, alam, dan teknologi.”
Festival ini juga merupakan momen penting untuk Nuanu, yang menandai pembukaan resmi dari distrik kreatif yang memadukan seni, teknologi, dan alam. Dengan lahan seluas 44 hektar, Nuanu bertujuan untuk menjadikan Bali sebagai pusat kehidupan berkelanjutan, sambil menghormati nilai-nilai lokal dan memajukan ekspresi seni kontemporer.
Jason Swamy, salah satu pendiri dan CEO Festival Suara, menambahkan, “Kami menyambut artis, media, dan penggemar dari lebih dari 30 negara. Festival ini merayakan bakat global sekaligus menampilkan musisi dan artis lokal Bali. Mengadopsi filosofi Tri Hita Karana, kami menawarkan pengalaman tiga hari yang kaya akan musik, seni, budaya, dan kesehatan, memastikan bahwa ada sesuatu untuk semua orang, baik itu teman, keluarga, atau pengunjung solo.”
Festival Suara diadakan di pesisir pantai Bali yang menakjubkan, menciptakan pengalaman yang tidak hanya merayakan musik dan seni, tetapi juga mempromosikan keberlanjutan. Nuanu memastikan dampak positif terhadap lingkungan dan komunitas lokal dengan menerapkan praktik ramah lingkungan, termasuk pengurangan limbah dan penggunaan bahan-bahan yang berkelanjutan.
Festival ini menawarkan pengalaman holistik dan pendalaman budaya lokal. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan kelas dunia, program kesehatan, bazar pengrajin lokal, serta berbagai instalasi seni yang memukau. Dengan berbagai kegiatan yang ditawarkan, Festival Suara memberikan pengalaman yang mendalam dan meriah bagi semua peserta, menegaskan posisi Nuanu sebagai pusat inovasi dan kreativitas di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan