Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Moeldoko: Kenaikan Harga Mi Instan Tak Bisa Dihindari
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perang Rusia-Ukraina telah memicu krisis pangan yang dirasakan oleh sejumlah negara. Perang secara langsung membuat produksi dan distribusi berbagai komoditas dari kedua negara tersebut terganggu.
Salah satunya adalah komoditas gandum. Rusia dan Ukriana adalah negara penghasil gandum terbesar dunia sekitar 30-40 persen dari kebutuhan dunia. Situasi ini membuat gandum menjadi langka karena pasokan terhambat,
Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut situasi ini tentu akan menaikkan harga produk turunan gandum, seperti mi instan. Bukan tidak mungkin, kata dia, harga mi instan akan terus merangkak naik.
"Harga supermi, harga indomi akan naik, tidak bisa dihindari," kata Moeldoko dalam Seminar Wawasan Kebangsaan: Strategi Pemerintahan Jokowi Keamanan Nasional, seperti dikutip Selasa (19/7/2022).
Moeldoko mengatakan, perang bukan hanya mengakibatkan kenaikan harga gandum. Beberapa komoditas lain seperti minyak, maupun pupuk mengalami kenaikan, Indonesia pun terkena dampaknya.
"Harga komoditas dunia naiknya dekati harga US$ 100. Harga pupuk dunia, dulu pupuk Ukriana, Belarusia US$ 400 per ton karena di ban Amerika kita harus impor dari Kanada, harganya US$ 900 per ton," jelasnya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4654 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2459 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2101 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1711 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1142 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun