Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Museum Subak Tabanan Punya Layanan Virtual Bagi Pengunjung
BERITABALI.COM, TABANAN.
Untuk menggairahkan kunjungan anak muda dari kalangan milenial mengunjungi Museum Subak Tabanan, pengelola mencoba menerapkan penggunaan teknologi seperti layanan digital seperti augmented reality.
Kepala UPTD Museum Subak Tabanan Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani mengatakan, program ini bekerjasama dengan Universtias Pendidikan Ganesha, Singaraja.
“Ada aplikasinya dan bisa digunakan di telepon pintar,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dayu Ratna menjelaskan, augmented reality Subak atau AR Subak ini mempermudah pekerjaan pemandu museum. Selain itu, interaksi pengunjung dengan koleksi museum menjadi lebih dekat karena ada di dalam layar telepon genggam.
“Setelah install aplikasinya, datang ke museum subak dan lakukan scan barcode, sehingga langsung terhubung ke augmented reality Subak,” ujarnya.
Selain itu, pengguna aplikasi augmented reality Subak juga bisa mengetahui soal sejarah Subak dan analogi konsep subak. Meski masih terbilang sederhana, adanya aplikasi ini sangat membantu dan membuat kunjungan ke Museum Subak menjadi lebih menarik.
“Tujuannya memang lebih mendekatkan Museum Subak pada anak muda. Selain itu, tetap menjaga koleksi museum karena sudah bisa dilihat lebih dekat di telepon genggam,” ujarnya.
Adanya AR Subak ini membuat pengunjung juga bisa lebih banyak melihat koleksi museum subak. Sehingga tidak terfokus pada satu area koleksi.
“Kadang ada pengunjung yang tidak mau ditemani oleh pemandu, AR Subak ini lebih memudahkan mereka untuk mengetahui informasi,” ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 549 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 405 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 402 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan