Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 7 November 2026
NasDem Jawab Isu Tawari Airlangga Posisi Cawapres Anies
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Effendy Choirie alias Gus Choi menjawab isu pihaknya menawarkan posisi calon wakil presiden Anies Baswedan kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Choi sekaligus menjawab isu keretakan hubungan dengan Partai Demokrat gara-gara persoalan kursi cawapres. Dia menyampaikan hal itu tak benar.
"Astaghfirullahaladzim. Kita sudah sepakat, enggak ada masalah, sudah bulat untuk koalisi," kata Choi dalam Political Show CNNIndonesia Tv, Senin (16/1).
Meski demikian, Choi tak membantah ada pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Airlangga terkait koalisi. Dia hanya menyampaikan NasDem membuka diri terhadap partai lain yang ingin ikut dalam koalisi.
Choi mempersilakan partai mana pun bergabung dengan koalisi pengusung Anies Baswedan. Namun, ia mengatakan kedatangan partai baru tak serta-merta mendapatkan cawapres.
"Kami sambut, ahlan wa sahlan wa marhaban dengan karpet merah, karpet biru, karpet putih, karpet kuning," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Irwan Fecho juga membantah kabar keretakan partainya dengan NasDem.
Dia berkata Demokrat fokus menjalankan koalisi dengan NasDem dan PKS. Namun, ia mengaku tak masalah bila NasDem menjajaki komunikasi dengan partai lain.
"Kalau kawan NasDem ada komunikasi, itu hak prerogatif," ujar Irwan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 653 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 539 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan