Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Nelayan Selamatkan Dua Anak Hanyut di Pantai Perancak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aksi cepat seorang nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Jembrana berhasil menyelamatkan dua anak yang hanyut di perairan Pantai Perancak, Minggu (10/5/2026) sore.
Namun dalam peristiwa tersebut, seorang pria berinisial SB (48), warga Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, ditemukan meninggal dunia.
Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan bernama Iwan Dahilin yang saat itu sedang memancing bersama anak dan keponakannya di kawasan Muara Indah Pengambengan.
Sekitar pukul 16.30 WITA, Iwan melihat tiga orang mengambang di laut. Dua di antaranya merupakan anak-anak yang berteriak meminta pertolongan, sementara seorang pria dewasa terlihat tidak bergerak.
Tanpa menunggu lama, Iwan langsung mengarahkan sampannya menuju lokasi dan lebih dahulu menyelamatkan kedua anak tersebut ke tepi pantai. Setelah memastikan kondisi dua anak itu aman, ia kembali ke laut untuk mengevakuasi pria dewasa yang belakangan diketahui bernama SB. Sesampainya di darat, pihak keluarga langsung membawa korban ke Puskesmas II Negara menggunakan kendaraan pribadi.
Namun setelah diperiksa dokter, korban dinyatakan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diketahui mengeluarkan busa serta darah dari hidung dan mulut.
Kapolsek Negara AKP Andi Prasetio, S.H., M.H., mengatakan pihak kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait kejadian tersebut.
“Petugas melakukan olah tempat kejadian, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga medis. Kami turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban,” ujarnya.
Polisi juga memberikan apresiasi kepada nelayan dan warga yang bergerak cepat membantu proses penyelamatan sehingga dua anak yang berada bersama korban berhasil diselamatkan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memutuskan tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Polres Jembrna turut mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan arus laut yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan kepolisian 110 atau kantor polisi terdekat apabila menemukan situasi darurat di lapangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli