Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Orang Gila Ngamuk Bakar Gubuk Derita
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lantaran kerap mengamuk, seorang warga di Dusun Dalem, Desa Kerobokan Kecamatan Sawan, Buleleng yang mengidap gangguan jiwa terpaksa dirantai kakinya. Namun hal itu tidak membuat orang gila ini berhenti berulah, bahkan ia nekat membakar rumah (gubug) tempat tinggalnya selama ini.
Aksi membakar rumah yang dilakukan Gede Ambara (43) yang menderita gangguan jiwa tersebut kontan mengejutkan warga Dusun Dalem, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan. Hingga Selasa (9/12) dinihari, warga berupaya mematikan kobaran api yang meludeskan rumah tempat pelaku Gede Ambara diasingkan dengan kaki terikat rantai.
Pelaku membakar sendiri rumahnya hingga meludeskan bangunan, sebab pelaku ini mengalami gangguan jiwa sehingga kakinya dirantai, ungkap Kapolsek Sawan, AKP Nyoman Supardi MP.
Peristiwa pembakaran rumah gubug yang dilakukan orang gila itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja korban, orang tua pelaku, Nyoman Ginanti (54) mengalami kerugian materi.
Tidak ada korban jiwa, karena warga langsung mengevakuasi pelaku yang mengalami gangguan jiwa ini, ujar Supardi.
Dalam penangganan kasus tersebut polisi hanya melakukan pemeriksaan biasa dan tidak menetapkan adanya tersangka lantaran sang pelaku mengalami gangguan jiwa.Sedangkan kerugian yang dialami korban mencapai Rp 500 ribu.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 433 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 362 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun