Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Pasukan Rusia Terpecah, 'Mesin Pembunuh' Putin Ngamuk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bos kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, menuduh unit militer Rusia melarikan diri dari posisi dekat Bakhmut di Ukraina dan mengatakan pasukan Rusia tidak mampu mempertahankan negaranya.
Prigozhin, yang pengaruhnya meningkat pesat dalam serangan Moskow ke Ukraina, dalam beberapa hari terakhir merilis serangkaian video pedas yang menyerang kepemimpinan militer Rusia.
"Hari ini salah satu unit kementerian pertahanan melarikan diri dari salah satu sayap kami... mengekspos bagian depan," kata Prigozhin dalam sebuah video, dikutip AFP, Selasa (9/5/2023).
Dia mengancam akan menarik pejuangnya keluar dari Bakhmut pada 10 Mei jika dia tidak menerima amunisi yang sangat dibutuhkan.
Adapun, kelompok tentara bayaran telah mempelopori perjuangan Moskow untuk kota Ukraina timur.
Prigozhin mengatakan tentara melarikan diri karena "kebodohan" komandan tentara Rusia, yang katanya memberikan "perintah kriminal".
"Tentara tidak boleh mati karena kebodohan kepemimpinan mereka," kata Prigozhin.
Dia merilis video pada Hari Kemenangan Rusia, saat Moskow merayakan kemenangan Soviet atas Nazi dalam Perang Dunia 2.
Sementara itu, dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap tentara Rusia, Prigozhin mengatakan para jenderal tinggi Moskow berusaha "menipu" Presiden Vladimir Putin atas kampanye Kremlin di Ukraina.
Baca juga:
Putin Makin Menggila, Serangan 'Paling Ngeri' Hantam Ukraina">Putin Makin Menggila, Serangan 'Paling Ngeri' Hantam Ukraina
"Jika semua tugas dilakukan sedemikian rupa untuk menipu panglima tertinggi (Putin), maka dia akan mencabik-cabik Anda atau rakyat Rusia yang akan marah karena perang kalah," kata Prigozhin.
Saat Ukraina bersiap untuk serangan musim semi, pria berusia 61 tahun yang blak-blakan itu mempertanyakan kemampuan Kremlin untuk mempertahankan negara.
"Mengapa negara tidak mampu mempertahankan negaranya?" Prigozhin mengatakan dalam video tersebut, menambahkan bahwa Ukraina "berhasil" menyerang wilayah perbatasan Rusia.
Dia mengatakan Ukraina sedang mempersiapkan serangan "yang akan dilakukan di lapangan, bukan di TV".
"Sejauh ini, di negara kita semua orang berpikir bahwa semuanya harus dilakukan di TV."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4460 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2228 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1010 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 947 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun