Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Pekak Ngembin Gantung Diri di Atas Pohon Kopi
Kamis, 4 Oktober 2018,
15:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. I Made Ngembin (84) warga asal Banjar Dinas Pancoran Kelod, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena sakit rematik yang tidak kunjung sembuh pada Kamis (4/10).
[pilihan-redaksi]
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh cucunya I Ketut Arianta (36) sekitar pukul 06.00 Wita di kebun yang tidak jauh dari rumah korban. Saat ditemukan posisi korban tergantung di pohon kopi setinggi 2 meter dengan tali pelastik biru dan tubuh korban dalam posisi bersimpuh kaki menyentuh tanah mengunakan sandal jepit. Korban menggunakan baju berkerah lengan pendek warna biru, celana pendek warna coklat dan di saku celana samping kiri ditemukan amplop yang berisi uang kurang lebih Rp 6 Juta.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh cucunya I Ketut Arianta (36) sekitar pukul 06.00 Wita di kebun yang tidak jauh dari rumah korban. Saat ditemukan posisi korban tergantung di pohon kopi setinggi 2 meter dengan tali pelastik biru dan tubuh korban dalam posisi bersimpuh kaki menyentuh tanah mengunakan sandal jepit. Korban menggunakan baju berkerah lengan pendek warna biru, celana pendek warna coklat dan di saku celana samping kiri ditemukan amplop yang berisi uang kurang lebih Rp 6 Juta.
Kapolsek Selemadeg Barat AKP I Wayan Swastika membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Dijelaskannya, kejadian itu pertama kali dilaporkan oleh cucu korban I Ketut Arianta (36) alamat Banjar Dinas Pancoran Kelod, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. Sebelumnya Arianta sekitar pukul 05.00 tiba tiba dibangunkan oleh mertuanya I Nyoman Tirka yang menyatakan korban tidak ada di dalam kamarnya.
Selanjutnya pelapor bersama-sama mencari keberadaan korban di sekitar rumah namun tidak ketemu. Pada saat pencarian pelapor merasa curiga karena di kamar korban masih ada pakaian dan sejumlah uang kemungkinan korban tidak jauh dari rumah. Dan sekitar pukul 05.30 wita pelapor curiga karena korban semasih hidup sering mencari kayu bakar di kebun miliknya.
[pilihan-redaksi2]
Ternyata benar, saat Arianta mencari di kebun akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon kopi yang tingginya kurang lebih 2 meter dengan menggunakan tali plastik warna biru. Saat itu tubuh korban dalam posisi bersimpuh kaki menyentuh tanah.
Ternyata benar, saat Arianta mencari di kebun akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon kopi yang tingginya kurang lebih 2 meter dengan menggunakan tali plastik warna biru. Saat itu tubuh korban dalam posisi bersimpuh kaki menyentuh tanah.
Mendapatkan laporan seperti itu pihaknya langsung turun ke TKP bersama Petugas Medis yang bernama Ni Made Rai Warsiki. “Berdasarkan olah TKP dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar bersama petugas medis korban murni meninggal karena gantung diri,”jelasnya. Ditemukan luka lebam bekas jeratan tali sepanjang 30 centimeter pada leher korban. Pada kemaluan keluar ar mani, keluar darah pada anus serta dan tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan.
“Dari keterangan saksi saksi bahwa korban mengakhiri hidupnya tersebut karena depresi sakit rematik yang dideritanya tidak kunjung sembuh sejak puluhan tahun,” jelasnya. (bbn/nod/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026