Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Pemandu Telantarkan 70 Pendaki Rinjani Di-"Blacklist"
BERITABALI.COM, NTB.
ER (19 tahun) Tracking Organizer (TO) berdomisili di Bogor, pelaku penelantaran 70 pendaki plus 5 panitia di Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB 28-30 Desember 2021 lalu, akhirnya diblaclist atau dicoret oleh pihak Taman Nasional Gunung Rinjani.
Sesuai SOP Pendakian Rinjani, blacklist pada pelaku ER ini berlaku dua tahun. "Seluruh stakeholder bersama dengan keras menjadikan Rinjani destinasi yang lebih baik. Hal seperti ini mencederai usaha bersama, layak diblacklist," tegas Dedy Asriady, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Selasa (4/1).
Dedy menyayangkan, 70 peserta tracking tidak menggunakan call center TNGR, Post Resort Sembalun, serta kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian.
"Kalau penanganan kecelakaan pendakian Rinjani sudah punya Asuransi dan Tim khusus, EMHC (Edelweis medical Health Center) yang siap 24 jam. Tim ini sempat me-rescue satu pendaki yang kelaparan dan mengalami hipotermia," ujar Dedy.
Pihaknya juga menyarankan, agar sebelum menyelenggarakan pendakian, agar dipersiapkan matang dan cek and ricek terlebih dahulu.
"Dalam aplikasi eRinjani, ada menu pilihan TO, sebaiknya dicek dan dipilih kesesuaiaannya," ucap Dedy.
Pihak TNGR telah memanggil TO yang bersangkutan dan sedang melakukan klarifikasi. Serta pembuatan Berita Acara Pemeriksaan oleh Satgas Polhut Balai TNGR. Sebagai bagian dari SOP pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani.
"Selanjutnya TNGR bekerjasama dengan pihak kepolisian dan pelaku wisata Rinjani (TO, pemerhati Rinjani, kelompok pencinta alam) telah mengamankan ER. Dan untuk proses selanjutnya ditangani oleh Polsek Sembalun Polres Lombok Timur," jelas Dedy, yang akan meneliti serta mengevaluasi kembali SOP pendakian yang ada di Taman Nasional Gunung Rinjani.
Sementara itu EE alias Edwin Rianto akhirnya menyerah setelah diciduk aparat di salah satu Mesjid di Lombok Utara. Pemandu open trip Rinjani ini akhirnya meminta maaf kepada 75 pendaki yang ditelantarkan.
Dalam pengakuannya di video dan pernyataan tertulis di Polsek Sembalun, Lombok Timur, ia mengaku terpaksa kabur karena kehabisan uang untuk menanggung akomodasi.
Salah satu poin dalam surat perjanjian Minggu, 2 Januari 2022 antara pihak korban dan terlapor, bahwa pelaku mengakui perbuatanya. Ia meninggalkan peserta meski waktu pendakian belum selesai.
“Pihak pertama meninggalkan peserta setelah selesai pendakian pukul 19.00 WITA dengan alasan kehabisan uang untuk membayar sisa bus, sisa kendaraan Elf, porter, guide home stay, dan pick up,” tulis poin ketiga dalam surat perjanjian tersebut.
Dalam surat pernyataan yang dibuat 2 Januari 2022 itu, diurai kronologi Edwin Rianto membuka open trip ke Gunung Rinjani tanggal 25 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022 lengkap dengan paketnya.
Paket pertama A Rp 850.000 dengan fasilitas diantaranya, transport, simaksi, home stay. Kemudian paket B Rp 1.300.000 dengan fasilitas transport, simaksi, makanan, home stay, tenda dan baju kaos
Dari open trip yang diposting di sosial media itu, ia kemudian dapat peserta 71 orang dengan rincian dana terkumpul, paket A sebesar Rp 25 peserta senilai Rp 20.000.000, kemudian paket B sebesar Rp 58.300.000.
Namun dalam perjalanannya tidak sesuai rencana. Edwin kehabisan uang untuk membayar sisa akomodasi, diantaranya kendaraan Elf, porter, guide, home stay dan pick up senilai Rp 34.920.000.
Setelah mengakui kesalahannya, Edwin mengaku siap menanggung semua kekurangan tersebut dalam jangka waktu tiga bulan, sejak tanggal 2 Januari 2022 sampai 2 April 2022. Jika tidak dikembalikan sesuai batas waktu, maka Edwin siap bertanggungjawab dan diproses pidana.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1399 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1064 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 906 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 807 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik