Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Pendaki Hilang di Gunung Batukaru Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 90 Meter
BERITABALI.COM, TABANAN.
Upaya evakuasi terhadap korban hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, akhirnya berhasil dilakukan oleh tim SAR Gabungan pada Minggu (10/5/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebuah jurang pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.20 Wita. Lokasi penemuan berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan saat pertama kali ditemukan muncul dugaan kuat bahwa jenazah tersebut merupakan Made Dibya (84), lansia yang sebelumnya dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Batukaru.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar atau Basarnas Bali sempat menghentikan pencarian korban setelah operasi SAR berlangsung selama tujuh hari pada Sabtu (2/5/2026).
"Dengan ditemukan adanya kecurigaan keberadaan korban, maka operasi SAR dibuka kembali," jelasnya, Minggu (10/5/2026).
Setelah menerima laporan penemuan jenazah, Basarnas Bali segera berkoordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali serta pemandu lokal Gunung Batukaru untuk melakukan tindak lanjut pencarian dan evakuasi.
Sekitar pukul 16.40 Wita, lima personel Basarnas Bali dari Pos Jimbaran, Kuta Selatan diberangkatkan menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru.
"Dengan kondisi larut malam dan pencahayaan minim, maka disepakati upaya evakuasi dilakukan pagi tadi," ucapnya.
Tim SAR kemudian bergerak menuju titik penemuan korban pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 Wita dari ketinggian 1.197 Mdpl.
"Setelah menempuh perjalanan melalui medan yang cukup berat, pada pukul 10.20 Wita, mereka berhasil menjangkau posisi korban pada koordinat 8°20'46.67"S - 115°5'6.32"E di ketinggian 1.808 Mdpl, tepatnya di jurang sedalam kurang lebih 90 meter," paparnya.
Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi medan yang licin, bebatuan labil, cuaca lembab, kabut tebal, serta jarak pandang yang terbatas.
Selain faktor alam, kondisi jenazah yang telah mengalami pembengkakan dan pembusukan organ tubuh juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR Gabungan dalam proses evakuasi.
"Pada pukul 11.45 Wita, korban berhasil dievakuasi dari dasar jurang dan selanjutnya ditandu secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan Jatiluwih," terangnya.
Sidakarya menambahkan, seluruh proses evakuasi akhirnya selesai pada pukul 13.40 Wita. Setelah itu, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli