Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Penjelasan BBMKG soal Viral Pusaran Angin di Kintamani
BERITABALI.COM, BADUNG.
Video yang memperlihatkan pusaran angin di kawasan perkebunan Kintamani, Kabupaten Bangli, viral di media sosial. Bentuk pusaran yang terlihat jelas dalam rekaman membuat fenomena tersebut menjadi perhatian masyarakat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BBMKG Wilayah III Denpasar memastikan fenomena yang terekam dalam video tersebut bukan angin puting beliung.
Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III, Diana Siregar, mengatakan fenomena itu terjadi pada 12 September 2026 berdasarkan informasi yang diterima dari BPBD Bangli.
"Hasil pengamatan Automatic Weather Station atau AWS Kintamani pada hari yang sama mencatat adanya peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 27 knot atau sekitar 14 meter per detik. Peningkatan tersebut terjadi sekitar pukul 06.20 WITA," jelasnya, Senin (14/09/2026).
Menurut Diana, pusaran yang tampak dalam rekaman muncul seiring dengan peningkatan kecepatan angin. Karakteristik tersebut berbeda dengan fenomena angin puting beliung. Angin puting beliung merupakan angin yang berputar dengan kecepatan tinggi dan umumnya berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus atau awan Cb.
Fenomena tersebut dapat terbentuk akibat konveksi kuat yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus hingga menjulang tinggi. Kondisi atmosfer tertentu, termasuk perubahan arah dan kecepatan angin pada ketinggian atau wind shear, juga dapat mendukung terbentuknya puting beliung.
"Dalam kondisi tertentu, proses tersebut dapat membentuk pusaran udara yang semakin kuat hingga mencapai permukaan dan berpotensi menimbulkan kerusakan," ujarnya.
Karena itu, masyarakat Bangli tetap diminta meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi peningkatan kecepatan angin. Imbauan tersebut terutama berlaku bagi warga yang sedang melakukan aktivitas di luar ruangan.
BBMKG meminta masyarakat yang menemukan kondisi yang mengarah pada angin kencang maupun puting beliung segera mencari tempat aman dan menjauhi area yang terdampak. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak berteduh di bawah pohon, baliho, ataupun bangunan yang berisiko roboh akibat terpaan angin.
"BBMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan kondisi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca secara tiba-tiba," harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan