Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Penyebab Kebakaran Di AEON Mall Sentul City Telah Ditemukan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kebakaran terjadi di sebuah Mall area Jabodetabek. Kebakaran ini lantas ramai di media sosial. Kebakarn terjadi di AEON Mall Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/1/2022) sore.
Seluruh pengunjung mall tersebut panik dan berhamburan keluar setelah melihat api. Komandan Regu Pemadam Kebakaran Cibinong Nurul Qolbi menyebutkan bahwa sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) telah dikerahkan.
"Iya kejadiannya di AEON MALL Sentul City lantai 2. Sudah aman dan tidak ada korban," kata Komandan Regu 3 Damkar Cibinong, Nurul Kolbi kepada Kompas.com, Jumat. Ia mengatakan bahwa petugas selesai menangani kebakaran tersebut sejam kemudian.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa api berasal dari ruang panel listrik yang mengalami korsleting. Menurut dia, kebakaran pada sore itu sempat membuat kepanikan di mall tersebut.
"Sumber api dari korsleting listrik, untuk objek terbakarnya itu ruang panel listrik," ujar dia.
"Perkiraan kerugian belum tahu ya, tapi kejadian ini memang awalnya info dari saksi mata security di sana," jelas dia. Hingga berita ini ditulis, tim pemadam kebakaran masih mencoba melakukan pendingin dan pemadaman api.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4712 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2525 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2157 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1780 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1206 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun