Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Penyu di Pesisir Tabanan Terancam, Hanya 1 dari 1.000 Tukik Bertahan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kepedulian masyarakat terhadap kelestarian penyu di pesisir Kabupaten Tabanan mulai menunjukkan perkembangan positif. Popularitas penyu sebagai satwa yang harus dilindungi dinilai terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran terhadap ancaman kepunahan.
Ketua Yayasan Bali Turtle Conservation Farm (BTCF) Surabrata, I Gede Sastra Kumala Putra, mengatakan kondisi popularitas penyu di kawasan pesisir Tabanan cukup baik dan mulai mengalami peningkatan.
Menurutnya, peningkatan kepedulian tersebut tidak terlepas dari perhatian masyarakat maupun negara terhadap keberadaan penyu yang masih menghadapi berbagai ancaman.
Namun, tingginya kepedulian belum sepenuhnya menghilangkan ancaman terhadap satwa laut tersebut. Salah satu persoalan utama berada pada rendahnya tingkat keberhasilan tukik untuk bertahan hidup di alam.
"Dari sekitar seribu tukik yang dilepasliarkan, diperkirakan hanya satu ekor yang mampu bertahan hidup hingga dewasa," ujarnya belum lama ini.
Sastra menjelaskan, ancaman terhadap tukik tidak hanya berasal dari kondisi alam. Predator seperti anjing liar, kadal, dan ular juga menjadi ancaman ketika tukik masih berada di daratan.
Selain faktor alam, aktivitas manusia masih menjadi persoalan dalam upaya menjaga populasi penyu. Konsumsi telur maupun daging penyu secara diam-diam dinilai turut mengancam kelestarian satwa tersebut.
"Kesadaran sebagian masyarakat yang masih mengonsumsi telur maupun daging penyu secara diam-diam dinilai turut mengancam kelestarian satwa tersebut," sebutnya.
Di wilayah Tabanan Barat, khususnya kawasan Selemadeg Barat (Selbar), aktivitas penyu bertelur masih ditemukan setiap tahun. Rata-rata terdapat sekitar 70 hingga 100 sarang penyu dalam setahun.
"Jumlah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 7.000 hingga 10.000 telur penyu setiap tahunnya," katanya.
Sastra menyampaikan, musim kawin penyu umumnya berlangsung pada awal tahun. Sementara musim bertelur berlangsung sekitar Maret hingga Agustus.
Setelah telur ditanam di pasir, proses penetasan membutuhkan waktu sekitar 55 hingga 60 hari. Tukik yang berhasil menetas kemudian dilepasliarkan kembali ke laut di sekitar lokasi tempat telur tersebut ditemukan.
Sejumlah jenis penyu juga pernah ditemukan di kawasan pesisir Tabanan Barat. Jenis tersebut antara lain penyu lekang, penyu sisik, dan penyu belimbing. Dari ketiganya, penyu lekang menjadi jenis yang paling dominan ditemukan di kawasan tersebut.
"Sejumlah jenis penyu pernah juga ditemukan di kawasan tersebut, di antaranya penyu lekang, penyu sisik, dan penyu belimbing. Namun, penyu lekang menjadi jenis yang paling dominan ditemukan di kawasan Tabanan Barat," sebutnya.
Sastra mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, baik ekosistem darat maupun laut. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah sampah plastik.
Penyu kerap mengira plastik sebagai makanan. Ketika tertelan, sampah tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan hingga kematian.
Karena itu, kebersihan kawasan pesisir menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberlangsungan hidup penyu di Tabanan.
Selain mengajak masyarakat menjaga lingkungan, Sastra berharap pemerintah semakin memberikan perhatian kepada kelompok-kelompok yang selama ini bergerak dalam pelestarian penyu.
"Dukungan tersebut, kata dia, dapat diberikan dalam bentuk pembinaan, pendampingan, maupun dukungan moril dan materiil sehingga upaya konservasi penyu dapat dilakukan secara berkelanjutan," bebernya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan