Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Perahu Selerek Jarah Lahan Nelayan Tradisional
Beritabali.com, Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pelemparan batu oleh nelayan tradisional di Medewi, Pekutatan tidak membuat nelayan perahu selerek (perahu besar/kapal ikan) menghentikan aksinya. Mereka malah meneruskan aksinya menjarah lahan milik nelayan tradisional dan meluaskan daerah jarahannya hingga mencapai wilayah tangkapan nelayan tradisional di Yeh Sumbul, Mendoyo.
Sejak empat hari yang lalu, nelayan tradisional Yeh Sumbul dirisaukan oleh kehadiran nelayan selerek yang menjarah ikan di wilayah tangkapannya. Awalnya, jumlah nelayan selerek hanya satu dua perahu saja namun lama kelamaan jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 40-40 perahu selerek perharinya.
Tentunya kondisi ini membuat hasil tangkapan nelayan tradisional terus merosot lantaran sarana penangkapan ikan mereka kalah jauh dibanding alat tangkap perahu selerek itu. Kehadiran nelayan selerek itulah membuat hasil tangkapan kami anjlok sehingga kami sangat keberatan, ujar Sofyan, nelayan tradisional Yehsumbul ketika ditemui, Rabu (27/1).
Menurutnya aksi nelayan selerek itu jelas-jelas melanggar ketentuan lantaran mereka semestinya beroperasi di luar batas lima mil dari tepi pantai. Sebelum adanya nelayan selerek itu, satu jukung sangat mudah untuk menghasilkan Rp.300 ribu. Tapi sekarang, jangankan untuk makan digunakan untuk biaya operasional dan BBM saja tidak cukup, akunya.
Selain nelayan tradisional, imbuh Sopyan, ibu-ibu rumah tangga yang nyambi menjadi pedagang ikan juga dirugikan karena minimnya hasil tangkapan dari nelayan tradisional.
Mereka sangat tergantung dengan hasil tangkapan kami kalau kami dapatnya banyak mereka bisa menjualnya kembali. Sekarang, mereka terancam kehilangan penghasilan karena tidak dapat ikan untuk dijualnya kembali, jikapun dapat, jumlahnya tidak seberapa,†ungkapnya.
Ketua Himpunan Nelayan Yeh Sumbul, Suharmin ketika ditemui terpisah, Rabu (27/1) mengatakan akibat penjarahan yang dilakukan nelayan selerek yang diduga dari Pengambengan dan Perancak itu membuat 90 orang anggotanya kehilangan penghasilan.
Tidak itu saja, kami juga menerima laporan 30 jaring milik anggota kami hilang yang diduga disapu oleh nelayan selerek, imbuhnya.
Suharmin mengaku kalau anggotanya pernah menegur nelayan selerek tersebut namun yang didapatnya malah ancaman akan ditabrak.
Kami hanya bisa mengalah karena perahu kami jauh lebih kecil, keluhnya.
Menurut Suharmin, pihaknya telah melaporkan kondisi ini kepada pengawas yang ada di Pengambengan dan Pekutatan namun hingga kini belum ada tanggapan. Kami meminta agar masalah ini segera disikapi sehingga tidak berlarut-larut,†pintanya.
Kadis Pertanian Kehutanan dan Kelautan (PKL) Jembrana, IGN Sandjaja ketika dikonfirmasi, Rabu (27/1) mengatakan untuk mengatasi persolan tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengawas dan Satker di Pengambengan.
Dari laporan yang kami terima, ada indikasi nelayan selerek itu melanggar jalur operasional kapal dan merusak jaring milik nelayan tradisional, tandasnya.
Terkait indikasi pelanggaran jalur operasional dan perusakan jaring nelayan tradisional, imbuh Sandjaja, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada seluruh pemilik kapal purse seine untuk diberikan pembinaan agar tak lagi beroperasi pada jalur yang bukan peruntukannya. Jika nantinya terbukti melanggar, sesuai dengan UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sanksinya bisa mencapai dua miliar, tandasnya.
Terkait dengan perijinan kapal purse seine, Sandjaja mengaku masih memerlukan koordinasi dengan Dinas Kelautan Propinsi Bali karena ijin operasional kapal purse seine di atas 10 GT dikeluarkan oleh propinsi. Saat ini kami belum menerima tembusan ijin-ijin yang telah dikeluarkan propinsi. Namun yang pasti kami akan memeriksa seluruh ijin kapal purse seine yang ada, tegasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1399 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1064 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 906 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 807 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik