Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Peraih Nobel Perdamaian Sebut Putin Penjahat Perang dan Harus Diadili
beritabali.com/cnnindonesia.com/Peraih Nobel Perdamaian Sebut Putin Penjahat Perang dan Harus Diadili
BERITABALI.COM, DUNIA.
Peraih Nobel Perdamaian Rusia Yan Rachinsky mengecam perang 'gila dan kriminal' yang dilakukan Rusia di Ukraina saat berpidato di penerimaan nobel di ibu kota Norwegia, Oslo, Sabtu (10/12).
Rachinsky, yang berasal dari organisasi hak asasi manusia Memorial, mengklaim perlawanan terhadap Rusia yang dikenal 'fasisme' di bawah Putin, menambah 'pembenaran ideologis untuk kegilaan dan kriminal perang atas agresi pada Ukraina'.
Memorial, salah satu grup HAM yang paling terkenal dan dihormati di Rusia, bekerja mengungkap pelanggaran dan kekejaman era Stalinist selama lebih dari tiga dekade sebelum akhirnya ditutup oleh Mahkamah Agung pada akhir tahun lalu.
Peraih Nobel Perdamaian Ukraina Oleksandra Matviichuk meminta pengadilan internasional mengadili Putin dan orang kuat Belarusia, Alexander Lukashenko, atas 'kejahatan perang' dalam pidatonya.
Matviichuk yang menerima hadiah nobel atas nama organisasi HAM Center for Civil Liberties di Ukraina mengatakan ini bisa menjadi cara untuk 'menjamin keadilan bagi mereka yang terdampak perang'.
Matviichuk mengingatkan penjahat perang seharusnya tidak hanya dihukum setelah jatuhnya rezim otoriter dan menambahkan 'keadilan tak bisa menunggu'.
"Kita harus membentuk pengadilan internasional dan membawa Putin, Lukashenko, dan penjahat perang lainnya ke pengadilan," lanjut dia.
Memorial dan Center for Civil Liberties mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian 2022 pada Sabtu (10/12) bersama advokat Belarusia Ales Bialiatski yang sedang dipenjara. Ketiga pemenang berbagi hadiah US$900 ribu.
Para pemenang baru ini diberi penghargaan atas 'upaya luar biasa mendokumentasikan kejahatan perang, pelanggaran hak asasi manusia dan penyalahgunaan kekuasaan di negara masing-masing.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4505 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1956 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun